Advertisement
Eksplorasi Perkembangan Anak, Bebelac Mengajak Tour Edukasi ke Jepang

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Anak-anak yang hebat dapat lahir dari kognitif dan emosional anak yang baik. Untuk bisa melakukan itu, perlu dipastikan anak memiliki pencernaan yang sehat sebagai fondasi utama di tumbuh kembangnya. Selain nutrisi, stimulasi yang tepat dari orang tua dan lingkungan sekitar juga juga dibutuhkan agar anak dapat tumbuh secara optimal.
Dokter Spesialis Anak, Ria Yoanita menjelaskan bahwa faktor-faktor penting untuk menjadikan anak tumbuh hebat yakni dengan memastikan anak mendapatkan nutrisi optimal, imunisasi lengkap, dan stimulasi tepat. Namun, tumbuh kembang anak juga tidak bisa optimal jika saluran cernanya terganggu.
Advertisement
"Para ahli kesehatan telah sepakat bahwa saluran cerna merupakan organ yang berperan paling penting dan berkembang pesat pada masa awal kehidupan untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan kesehatan holistik si Kecil serta sebagai fondasi utama kecerdasan anak," katanya dikutip Rabu (11/12/2024)
Oleh karena itu, lanjut Ria, orangtua perlu menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil, karena ketika pencernaannya baik, maka anak akan ceria, semangat, lebih aktif dan berpikir kreatif (cerdas akal) dalam melakukan berbagai kegiatan yang menunjang perkembangannya sambil bermain bersama teman-teman (cerdas sosial).
BACA JUGA: Pemkab Sleman Catat Ratusan Anak Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Tahun Ini
Selain itu, saluran cerna juga berperan penting untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya. Masa awal kehidupan merupakan golden period untuk perkembangan pencernaan. "Nutrisi memiliki peran penting untuk mengoptimalkan saluran cerna, jadi pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang," katanya.
Dia memaparkan, salah satu nutrisi penting untuk mengoptimalkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah prebiotik yang berperan sebagai makanan utama bagi ratusan triliun mikrobiota pada saluran cerna dari awal kehidupan si Kecil dan menjaga jumlah bakteri baik dalam usus tetap seimbang.
Oleh karenanya, sambung Ria, si Kecil perlu diberikan asupan prebiotik yang biasanya banyak terkandung dalam makanan sumber serat seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, serta beberapa jenis sayuran akar seperti umbi-umbian, atau bisa juga bersumber dari nutrisi lain, seperti susu pertumbuhan yang disuplementasi prebiotik untuk anak diatas satu tahun.
"Dengan asupan nutrisi yang kaya serat prebiotik, kesehatan pencernaan si Kecil dapat terjaga, sehingga mencegah timbulnya masalah gangguan pencernaan seperti konstipasi dan mendukung kebiasaan buang air besar secara teratur," ujar Ria.
Lebih lanjut lagi, Dia menjelaskan bahwa para Ibu perlu tahu cara apakah saluran cerna si Kecil sudah sehat dengan melihat dari feses si Kecil. Feses si Kecil yang normal adalah tanda saluran cernanya sehat. Feses yang normal bisa dilihat dari warna, tekstur, dan frekuensi (dikeluarkan secara rutin). Warna feses normal biasanya antara kuning, hijau, atau kecoklatan. Tekstur feses yang normal adalah lunak, tidak keras dan tidak cair.
"Frekuensi feses atau BAB yang normal adalah 1-2x sehari bagi si Kecil diatas 1 tahun. Agar lebih praktis bagi Ibu, sekarang sudah ada alat skrining feses berbasis AI yang akurat, yang bisa membantu Ibu untuk memahami kondisi feses dan memonitor kesehatan pencernaan si Kecil," imbuh Ria.
BACA JUGA: Jumlah Pekerja Anak Meningkat Drastis sejak 2019, Mulai dari Perkebunan hingga Prostitusi
Program Bebelac Tummyversity
Menurut Brand Manager Bebelac, Ceasyalya Tahara, pihaknya turut menghadirkan inisiatif untuk mendukung stimulasi si Kecil melalui program Bebelac Tummyversity. Program ini merupakan kegiatan edutainment terbesar dan pertama di Indonesia dan telah diikuti oleh ribuan anak beserta keluarga hebat di lima kota di Indonesia sejak Mei 2024.
Program Bebelac Tummyversity Educational Experience to Japan berlangsung pada 1-7 Desember 2024 di Jepang. Program ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian program Bebelac Tummyversity 2024. "Selain Jakarta, kegiatan tersebut juga digelar di Medan, Balikpapan, Makassar, dan Surabaya. Melalui program ini, anak-anak belajar tentang kesehatan pencernaan dan bagaimana pencernaan menjadi kunci utama kecerdasan," kata Ceasyalya.
Sebagai bentuk keberlanjutan dari rangkaian kegiatan Bebelac Tummyversity, Bebelac kembali mengisiasi program ‘Bebelac Tummyversity Educational Experience to Japan’. Ini merupakan hadiah utama eksklusif untuk 8 keluarga hebat terpilih yang telah mengikuti rangkaian program Bebelac Tummyversity, baik dari offline event maupun secara online.
"Program ‘Bebelac Tummyversity Educational Experience to Japan’ bertujuan untuk memberikan pengalaman trip yang edukatif sekaligus eksplorasi dan menstimulasi kecerdasan anak dengan harapan anak dapat merasakan pengalaman yang mendidik dan membantu mereka untuk tumbuh menjadi anak hebat," katanya.
Seperti diketahui, Jepang memiliki banyak destinasi edukatif yang dirancang untuk memicu rasa ingin tahu dan kreativitas anak-anak. Mulai dari museum hingga keindahan alam, Jepang menawarkan berbagai tempat yang cocok untuk anak bereksplorasi serta keluarga yang ingin menikmati liburan seru sekaligus mendidik.
Melalui program ini, lanjut Ceasyalya, keluarga terpilih akan diajak mengunjungi beberapa lokasi berbasis edukasi dan eksplorasi yang mendidik di beberapa kota di Jepang, mulai dari mengunjungi lokasi yang berbasis eksplorasi alam, stimulasi motorik, hingga berbagai pengetahuan yang bisa ditemukan di museum.
"Di antaranya Osaka Kaiyukan Aquarium dan Osaka Kids Plaza di Osaka, Oishi Park dan Lake Kawaguchiko di Fuji, serta National Museum of Nature & Science dan TeamLab di Tokyo,” imbuh Ceasyaly.
Untuk mendukung Ibu-ibu dalam memonitor kesehatan pencernaan si Kecil, Bebelac juga telah menghadirkan Bebejourney dengan ‘AI Poop Tracker’, yaitu tools pertama di Indonesia berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan memonitor kesehatan pencernaan anak secara mudah di mana saja dan kapan saja, hanya dengan foto feses melalui handphone. Bebejourney dengan AI Poop Tracker dapat diakses secara gratis dan mudah melalui bebeclub.co.id/tools/bebe-journey.
“Ibu bisa cek feses si Kecil kapan saja dan dari mana saja, baik di rumah, maupun sekarang dalam kegiatan ke Jepang. Ibu bisa langsung memfoto feses dengan perangkat ibu masing-masing, upload fotonya ke AI Poop Tracker, dan dalam 60 detik Ibu mendapatkan hasil dengan akurasi 95% dan rekomendasi dari ahli kesehatan saluran cerna anak, termasuk rekomendasi nutrisi dan kapan harus ke dokter jika feses-nya tidak normal,” kata Ceasyalya.
Risha, salah satu peserta ‘Bebelac Tummyversity Educational Experience to Japan’ menjelaskan bahwa usai menghadiri program Bebelac Tummyversity, ia jadi banyak belajar tentang bagaimana kesehatan saluran cerna berperan penting pada emosional dan tumbuh kembang anak saya. Tugas utamanya adalah memastikan kesehatan saluran cerna si kecil selalu terjaga agar perkembangannya, baik secara fisik, emosional, maupun sosial, akan optimal.
"Untuk itu saya juga rutin untuk mengecek kesehatan saluran cerna si kecil menggunakan AI Poop Tracker yang menurut saya sangat mudah untuk digunakan, dimanapun dan kapanpun tak terkecuali saat berpergian. Saya sebagai ibu merasa sangat terbantu," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement

WhatsApp Tambah Fitur Baru, Bisa Update Status Pakai Lagu Mirip Instagram
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PM Anwar Beri Bantuan Tunai untuk Korban Terbakarnya Pipa Petronas Gas Berhand
- PMI Sediakan Hadiah dan Suvenir Bagi Pendonor
- Sehari, 41.197 Kendaraan Keluar dari Pintu Tol di Klaten
- Arus Balik via Transportasi Udara Dimulai Hari Ini
- Menteri Karding Larang Warga Kerja di Kamboja dan Myanmar, Ini Alasannya
- Warga Wonogiri Ditemukan Meninggal di Sungai Code, Berikut Penjelasan Kepala Desa
- Bikin Septitank, Penyintas Gunung Lewotobi Temukan 16 Granat
Advertisement
Advertisement