OTT Bupati Klaten, KPK Temukan Tong Diduga Tempat Simpan Uang
KPK menyita uang tunai Rp1,9 miliar dan tong biru yang diduga digunakan Bupati Klaten Hamenang untuk menyimpan uang.
Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogj.com, JAKARTA—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa solusi cepat yang dapat dilakukan oleh kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengatasi pertanian khususnya sawah dari kekeringan adalah dengan optimalisasi pompanisasi.
"Pompanisasi ini ada 50 ribu yang harus kita bagikan ke seluruh Indonesia dan itu ujung tombaknya para kepala daerah di seluruh Indonesia. Kalau 75 ribu terpasang, musim kering berikutnya Insya Allah bisa kita atasi," kata Amran di sela mengikuti rapat pengendalian inflasi daerah bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dikutip Antara, Senin.
Amran menegaskan bahwa saat ini fokus kerja yang harus dijalankan adalah pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi masalah pangan. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian telah menyiapkan sebanyak 50 ribu unit pompa yang akan dipasang di seluruh sentra produksi pangan.
"Kami memiliki solusi cepat pompanisasi yang jadi nafas kita tiga bulan ke depan," ujar Amran.
Mentan menambahkan saat ini pemerintah telah menargetkan 500 ribu hektare lahan di Pulau Jawa yang akan diairi pompanisasi.
Jika dihitung secara rinci, lanjut Amran, 500 ribu hektare tersebut mampu menghasilkan 2,5 juta ton gabah dengan rata-rata produksi 5 ton perhektare.
"500 ribu ini kalau produksi 5 ton [gabah] artinya kita bisa dapat 2,5 juta ton [setara beras]. Artinya, kita bisa memenuhi produksi ke depan. Karena itu pompanisasi harus kita atasi ke depan," jelasnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat program pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi kekeringan panjang yang saat ini dijalankan Kementerian Pertanian.
Menurut Tito, program tersebut merupakan upaya pemerintah dan juga arahan langsung Presiden Jokowi maupun Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam meningkatkan produksi dalam negeri di saat dunia dilanda Kekeringan akibat gelombang panas.
Ia menekankan bahwa pompanisasi perlu perhatian dari kepala daerah karena tanpa ada political will atau keinginan kuat bersama, maka kekhawatiran program itu tidak dapat berjalan maksimal.
"Teman-teman kepala dinas nanti didelegasikan lagi agar pompa ini berjalan karena Pak Menteri susah payah dalam mendapatkan anggaran maupun pengadaan pompa-pompa tersebut," ujar Tito.
Tito mengatakan masalah pangan terutama beras adalah masalah yang sangat vital karena berkaitan erat dengan stabilitas politik dan keamanan. Karena itu, mau tidak mau peningkatan produksi harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai Rp1,9 miliar dan tong biru yang diduga digunakan Bupati Klaten Hamenang untuk menyimpan uang.
Alex Marquez menilai Ducati berpotensi menerapkan team order untuk membantu Marc Marquez juara MotoGP 2026. Persaingan gelar masih ketat.
PSIM Yogyakarta kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026/2027. Penalti Ze Valente belum menyelamatkan tuan rumah.
AFC Awards 2026 digelar di Bangkok pada 19 November. Simak daftar nominasi pemain, pelatih, pemain muda, dan penghargaan lainnya.
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.