Mahasiswa Tolak Diskusi UGM, Qodari Tekankan Dialog
Qodari tegaskan dialog kunci demokrasi usai aksi mahasiswa UGM, sekaligus bela program MBG sebagai mandat rakyat.
Panorama kawah di Gunung ljen, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (4/5/2023). TWA Ijen yang ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG) itu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara saat liburan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa
Harianjogja.com, SURABAYA—Status aktivitas Gunung Ijen di Jawa Timur naik dari sebelumnya Normal menjadi Waspada atau Level II.
Kepala Badan Geologi M Wafid mengatakan bahwa peningkatan status dilakukan setelah terdeteksi adanya sejumlah kejadian gempa pada periode 1 Januari sampai 12 Juli 2024.
Pos Pengamatan Gunung Ijen di Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencatat pada rentang waktu beberapa bulan tersebut ada sebanyak 424 kali gempa hembusan, 259 kali gempa vulkanik dangkal, 294 kali gempa tektonik jauh, hingga 192 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 3 milimeter.
Meskipun pada umumnya kegempaan berfluktuasi normal, namun sejak 12 Juli 2024 pukul 17.00 - 21.00 WIB rekaman gempa tremor meningkat fluktuatif dengan amplitudo 5-25 mm. Dan sejak sekitar pukul 21.10 WIB rekaman gempa tremor dengan amplitudo lebih dari 46 mm (overscale).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Ijen seringkali juga ditandai oleh perubahan warna air danau kawah dari hijau menjadi hijau keputih-putihan. Kondisi tersebut terjadi akibat naiknya endapan dari dasar danau ke permukaan oleh adanya tekanan gas yang kuat dari dasar danau.
Analisa tim geologi menunjukkan bahwa suhu air kawah Ijen juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan gas yang keluar dari dasar danau. Dalam kondisi meningkatnya aktivitas kawah Ijen, biasanya gelembung-gelembung gas di permukaan air kawah akan muncul.
Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Ijen pada saat ini adalah gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang berasal dari aktivitas solfatar di dinding kawah Ijen.
Kemudian juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan, dan erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan.
Dengan begitu Badan Geologi merekomendasi supaya warga termasuk wisatawan hingga penambang belerang untuk tidak melakukan aktivitas apapun termasuk menginap dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Ijen.
Begitupun juga masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait diminta untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.
Wafid mengatakan, jika tercium bau gas yang menyengat maka masyarakat diimbau agar segera menggunakan masker supaya terhindar dari gangguan pernapasan dan mengikuti panduan lanjutan dari pemerintah atau otoritas terkait kebencanaan di daerah setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Qodari tegaskan dialog kunci demokrasi usai aksi mahasiswa UGM, sekaligus bela program MBG sebagai mandat rakyat.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 rute Malioboro ke pantai selatan. Tarif mulai Rp12.000, cek jam keberangkatan lengkap.
Jadwal SIM keliling Bantul 18 Juni 2026, lengkap lokasi dan jam layanan. Kuota terbatas, datang lebih awal.
Jadwal KA Bandara YIA 18 Juni 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan dari Tugu dan Bandara.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo 18 Juni 2026, layanan SIMMADE, Simenor, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syaratnya.
PLN lakukan pemeliharaan jaringan, listrik di Gunungkidul padam 18 Juni 2026 pukul 13.00–16.00 WIB. Cek daftar wilayahnya.