Advertisement
Daerah Masih Suka Barang Impor Bikin Jokowi Geregetan
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2024 di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Antara - Bayu Pratama
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku gemas dan geregetan saat mengetahui mayoritas belanja daerah untuk di tingkat Kabupaten/Kota digunakan untuk membeli barang impor.
Jokowi pun mengingatkan seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan serapan anggaran serta penggunaan produk-produk dalam negeri dan bukan barang impor.
Advertisement
Kegeretan orang nomor satu di Indonesia itu disampaikan saat membuka peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2024 di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024).
BACA JUGA: Jokowi Diminta Rem Proyek Kejar Tayang, Defisit APBN Kian Melebar
“Saya cek masih di angka 41% penggunaan produk dalam negerinya masih 41% untuk kabupaten dan kota. Masih kecil. Artinya selain itu berarti produk-produk impor,” ucapnya dalam forum tersebut.
Kepala Negara mewanti-wanti agar pemerintah daerah (pemda) tak terlena untuk terus mengandalkan penggunaan produk impor. Padahal barang-barang produksi dalam negeri tak kalah bersaing.
Apalagi, kata Jokowi, tak mudah bagi pemerintah untuk mengumpulkan uang dari penerimaan Negara. Meskipun saat ini terdapat beragam instrumen yang telah digunakan mulai dari pajak, PNBP, royalti, hingga dividen.
Oleh sebab itu, Presiden asal Surakarta itu menegaskan agar kepala daerah dapat menggunakan 100% serapan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa bagi produk-produk dalam negeri.
“Itu serupiah-serupiah semuanya dikumpulin oleh Menteri Keuangan. Terkumpul, menjadi penerimaan negara. Lalu di transfer ke daerah, dibelikan impor. Yang dapat manfaat adalah negara lain. Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan,” pungkas Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Warga Karangwaru Jogja Terapkan Biowash untuk Kelola Sampah Organik
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Link Nonton Duel Persita vs Borneo FC, Berharap Dukungan Penonton
- Kasus Kuota Haji: Yaqut dan Gus Alex Resmi Tersangka
- Sabu Diselipkan di Kerah Sweater, Digagalkan Petugas Rutan Temanggung
- RI Bersiap Terapkan Nuklir untuk Listrik, Perpres Sudah di Presiden
- BPBD Kaji Tanah Ambles Girikarto Gunungkidul Pakai Geo Listrik
- Narasena Co-Living Resmi Diluncurkan
- Perbaikan Permanen Jalan Wunut Bantul Ditarget Akhir 2027
Advertisement
Advertisement



