Advertisement
Peneliti Sebut Pemerintahan Prabowo Gibran Bakal Hadapi Tantangan Ini
Calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto (kanan) dan Gibran Rakabuming Raka (kiri) mengambil undian nomor urut pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu Tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11 - 2023). / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan kala memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan tantangan tersebut muncul dari dalam dan luar negeri.
Peneliti Paramadina Public Policy Institute M. Ikhsan mengatakan tantangan ini datang dari domestik dan interasional, mulai dari pelemahan rupiah hingga ketidakpastian yang melanda kawasan Asean. “Apalagi, ada wacana makan siang gratis ya. Kalau dari praktikal, ini menyangkut kemampuan keuangan negara,” ujarnya dalam Diskusi Publik secara virtual, inggu (21/4/2024) Menurutnya, era pemerintahan Prabowo-Gibran harus lebih berhati-hati, mengingat proyek IKN bakal terus berlanjut disertai dengan beban utang negara yang masih menggunung dan pada saat yang sama rupiah mengalami pelemahan.
Advertisement
Meski pelemahan rupiah berdampak positif bagi para eksportir, akan tetapi menurutnya pemerintah harus cermat dalam mendesain kerangka ekonomi makro untuk APBN 2025. Selain itu, dari sisi keamanan internasional, kawasan Asia Pasifik utamanya Asean akan banyak mengalami ketidakpastian, lantaran persaigan geopolitik China-AS, disusul Ukraina-Rusia dan konflik Timur Tengah.
Baca Juga
Prabowo-Gibran Bakal Bangun Koalisi Besar dalam Pemerintahan
Jokowi Siapkan Rancangan Kerja untuk Prabowo, Begini Detailnya
Kabinet Prabowo-Gibran Siapkan Kursi untuk Partai Non Koalisi
Ikhsan juga memprediksi pada tahun mendatang ketegangan antara AS dan China akan mencapai puncaknya. Lebih lanjut, dilantiknya Presiden Taiwan terpilih yakni Lai Ching-te yang berasal dari Partai Progresif Demokratik (DPP) pada Mei 2024 juga akan menjadi satu ketegangan yang terjadi di kawasan Asean.
“Di sini Taiwan ingin menunjukkan Taiwanese insetad of Chinese. Ini akan membuat ketegangan yang sudah terjadi empat tahun ke belakang akan berlanjut,” tuturnya.
Akan tetapi dia menyebut China akan merespon terhadap keinginan partai yang bakal berkuasa di Taiwan. “Berita baiknya DPP akan kehilangan majority di parlemen, jadi kemungkinan aksi yang mengundang kemarahan Beijing akan di-counterbalance di parlemen,” sebutnya.
Terakhir, dia menyebutkan bawah pada 2027 merupakan momentum 100 tahun peringatan angkatan bersenjata China. Dikhawatirkan pada periode itu China akan punya kemampuan maksimum untuk menganeksasi Taiwan. “[Ketegangan] pasti merembet ke kawasan Asean termasuk Indonesia,” ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden terpilih Prabowo Subianto kerap menyampaikan dirinya akan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Prabowo melihat masih banyak yang perlu diperbaiki dan dikembangkan dari kebijakan-kebijakan Jokowi yang berjalan saat ini. Dirinya juga menyoroti masih banyaknya tata kelola pemerintah yang tidak efisien. Untuk itu, capres dari nomor urut 02 tersebut berjanji akan memangkas ketidakefisienan tersebut, salah satunya dengan teknologi digital yang berkembang saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Dikembalikan, Operasional BUMKal Jatimulyo Bantul Jalan Lagi
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
Advertisement
Advertisement






