Advertisement
Kabinet Prabowo-Gibran Siapkan Kursi untuk Partai Non Koalisi
Dokumentasi Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Prabowo Subianto saat masa tenang Pilpres 2009 dengan memasak makanan favorit Megawati di Kebagusan, Jakarta, Selasa (7/7/2009). Foto/Khijul/ed - mes.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diprediksi tetap memberikan kursi menteri di luar partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Menurut Pakar Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kursi menteri di luar KIM disiapkan untuk partai politik non koalisi untuk menjaga stabilitas dan tidak ada oposisi selama Prabowo-Gibran menjabat pemerintahan.
Advertisement
BACA JUGA: Pria di Solo Ajukan Uji Materi Kepemilikan SIM untuk Anak, Terinspirasi Kasus Ini
"Di luar yang koalisi itu paling disiapkan jatah menteri bagi partai non paslon 02 yang ingin bergabung," tuturnya di Jakarta, Sabtu (20/4/2024).
Menurutnya lagi, partai politik yang bakal mendapatkan jatah menteri paling banyak adalah Partai Gerindra disusul Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). "Partai Golkar paling banyak kedua yang mendapatkan jatah menteri, mengingat Pileg kemarin Partai Golkar runner up," kata Adi.
Kendati demikian, sambung Adi, posisi jatah menteri tersebut bisa berubah tergantung dari situasi politik nanti. Menurutnya, pihak yang bisa menentukan siapa saja nama yang mendapatkan kursi menteri, hanya Prabowo Subianto.
"Itu kewenangannya Prabowo sebagai pihak Presiden Terpilih. Kita lihat saja nanti ya perkembangannya," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Golongan Karya atau Golkar menegaskan bahwa jumlah menteri di dalam pemerintahan anyar, merupakan hak prerogatif atau hak istimewa yang ditentukan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yakni Prabowo – Gibran.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jumlah anggota dalam kabinet pun tidak bisa dibatasi. Sebab, sosok yang dipilih dalam kabinet memiliki peran penting bagi Presiden untuk menjalankan visi dan misinya.
“Bagian terpenting supaya visi misi itu bisa tercapai adalah jumlah kebutuhan anggota kabinet,” ujar Agus kepada wartawan saat buka bersama dengan media di Jakarta, dikutip Minggu (31/3/2024).
BACA JUGA: Merapi Dikabarkan Erupsi Besar pada 18 April, Faktanya Seperti Ini
Sementara itu, susunan kabinet calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini masih terus dibahas.
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menyebutkan penyusunan kabinet calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih dalam tahap diskusi informal.
"Hanya diskusi-diskusi saja sedikit, rembuk-rembuk saja," kata Budiman saat ditemui di depan gerbang kediaman Prabowo Subianto, Jakarta, Rabu (10/4/2024) seperti dilansir Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Jogja 24 Februari 2026: Di Alun-Alun Kidul
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Hasil Liga Spanyol: Valencia dan Mallorca Kalah
- Bantul Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3kg Jelang Ramadan 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 23 Februari 2026
- Gempa M 7,1 di Sabah Tak Picu Tsunami di Kaltara
- Gunungkidul Genjot Budidaya Nangka, Panen 36 Ribu Kuintal
- Arsenal Libas Tottenham 4-1, Kukuh di Puncak
- Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 23 Februari, Tarif Rp80.000
Advertisement
Advertisement





