Advertisement

Soal Dugaan Pemerasan Eks Mentan, Alex Tirta Buka Suara tentang Rumah Kertanegara

Anshary Madya Sukma
Sabtu, 02 Desember 2023 - 23:07 WIB
Mediani Dyah Natalia
Soal Dugaan Pemerasan Eks Mentan, Alex Tirta Buka Suara tentang Rumah Kertanegara Ketua KPK non-aktif Firli Bahuri memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/12/2023). Antara - Laily Rahmawaty.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Penyidik Polda Metro Jaya kembali memeriksa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Firli Bahuri dan Ketua Harian PBSI sekaligus bos Hotel Alexis, Alex Tirta, Jumat (1/12/2023). Mereka memeriksa Firli dalam kasus dugaan pemerasan terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Pemeriksaan kali ini untuk memperjelas keterkaitannya dengan kasus yang menjerat Firli Bahuri.

Advertisement

"Saya cuma jawab pemeriksaannya ini melanjutkan yang lalu pemeriksaan di Polda. Jadi hanya sekarang memperjelas itu semua aja," kata Alex di Bareskrim, Jumat (1/12/2023).

Meskipun tidak menjelaskan secara gamblang, dia mengatakan telah diperiksa seputar rumah di Jalan Kertanegara No.49, Jakarta Selatan. Adapun, Alex dihujani 13 pertanyaan selama diperiksa. "Ya sekitar [rumah No.46 di Jalan Kertanegara] itu saja," tambahnya.

Baca Juga:

Polisi Periksa Alex Tirta di Kasus Pemerasan Kementan Hari Ini

Firli Bahuri Dilaporkan ke Dewas KPK Terkait Sewa Rumah Rp650 Juta, Fasilitas dari Alex Tirta

Penyidik Pastikan Firli Sudah Tiba di Bareskrim, Diperiksa Terkait Pemerasan Eks Mentan SYL

Alex diketahui sudah membeberkan seluk beluk rumah di Kertanegara yang disebut sebagai rumah singgah Firli Bahuri.  "Pemilik rumah Kertanegara no 46 Jaksel adalah E, dan yang menyewa rumah Kertanegara No.46 Jaksel adalah Alex Tirta," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (31/10/2023). Alex disebut Ade menyewa rumah di jalan Kertanegara itu sebesar Rp650 juta per tahun. "Sewanya sekira Rp650 juta setahun," tutur Ade.

Junjung Tinggi Hukum

Firli tiba di Bareskrim pada pukul 08.30 WIB dan keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Seusai pemeriksaan, Firli mengaku bahwa dirinya sangat taat dan menjunjung tinggi hukum di Indonesia. "Saya ingin juga menyampaikan kepada rekan rekan semua bahwa saya sangat taat kepada hukum, menjunjung tinggi supremasi hukum dan tentulah kita sadar bahwa negara kita adalah negara hukum," katanya di Bareskrim, Jumat (1/12/2023).

Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang tiga itu menuturkan kepada seluruh pihak agar tidak tergiring opini dan tidak menyebarkan narasi yang menyesatkan.

"Karena itu saya sungguh berharap mari ikuti proses hukum yang sedang berjalan dan tentu saya meminta kepada rekan semua dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa supaya tidak menebar, mengembangkan atau menyusun narasi opini yang akan menyesatkan," tambahnya. Sebagai informasi, Polda Metro Jaya telah menetapkan Firli sebagai tersangka pada Rabu (22/11/2023). Dia diduga telah melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 12 e dan atau Pasal 12B dan atau Pasal 11 UU Tipikor Juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.

Adapun, Kepolisian juga menyampaikan telah melayangkan permohonan pencekalan ke luar negeri terhadap Firli dan telah diterbitkan oleh Dirjen Imigrasi Kemenkumham. "Sudah ditujukan kepada Dirjen Imigrasi. Pencegahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Ade Safri Simanjuntak pada Jumat (24/11/2023). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Ribuan Pelari dari 22 Negara Meriahkan Coast to Coast Ultra 2024 di Pantai Selatan Bantul

Bantul
| Minggu, 25 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement