Banjir Bandang Nepal-Tibet, Kemlu Pantau 45 WNI
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Evakuasi korban KKB Papua./Okezone.com-Chanry
Harianjogja.com, JAKARTA–Panglima TNI Agus Subiyanto mengaku mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani daerah-daerah yang masih mengalami konflik dan antisipasi terkait bencana alam di Papua.
Hal ini disampaikannya usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/11/2023) Dia mengatakan bahwa orang nomor satu di Indonesia itu memberi mandat untuk saling bekolaborasi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat tentang penanganan tersebut.
BACA JUGA: Organisasi Guru Diniyah Minta Pj Gubernur Jateng Tak Realokasi Anggaran Guru Ngaji
“Ya diminta saling bekolaborasi untuk penanganan Papua dan bencana alam yang sering terjadi. Juga kami diminta kolaborasi dengan kementerian terkait agar kami menggandeng semua,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan.
Terkait Papua, kata Agus, kolaborasi dibutuhkan lantaran surga kecil dari timur itu memiliki karakteristik tersendiri, salah satunya dengan wilayah yang memiliki ragam kearifan lokal hingga tradisinya juga.
Oleh sebab itu, dia meyakini terdapat pendekatan yang berbeda apabila ingin melakukan penanganan di Papua, yakni dengan mengedepankan kekuasaan yang berlandaskan strategi taktis (smart power) yang menggabungkan unsur dari hard power dan soft power atau mengedepankan intelijen dan teritorial.
BACA JUGA: Anies-Cak Imin Janjikan Jatah Menteri untuk Muhammadiyah
Untuk soft power, dia menjelaskan pendekatan tersebut lebih berkarakter inspirasional dengan berusaha menarik simpati pihak lain melalui kecerdasan emosional, karisma, komunikasi yang persuasif, daya tarik ideologi visioner serta pengaruh budaya.
Contohnya, kata Agus seperti membantu percepatan pembangunan di wilayah Papua. Misalnya membuat jalan, jembatan, puskesmas, fasilitas umum.
Dia melanjutkan, sedangkan hard power juga digunakan dengan berfokus akan penggunaan cara-cara militer dan ekonomi untuk mempengaruhi perilaku atau kepentingan badan politik lainnya.
“Namun, tentunya kita kedepankan soft power. Karena kan ada tiga front ya, front bersenjata, front politik diplomatik, front klandestin (kegiatan secara rahasia),” tandas Agus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
ChatGPT, Claude, Grok hingga Gemini mengalami gangguan hampir bersamaan pada 3 September 2026. Sejumlah perusahaan AI masih menyelidiki penyebab insiden tersebu
Dokumenter Oasis: Don’t Look Back In Anger tayang terbatas di bioskop Indonesia 11-13 September 2026. Simak isi dan kisah reuni Liam-Noel Gallagher.
Sedikitnya 43 orang dilaporkan tewas dalam aksi penyedotan BBM ilegal di Okrika, Nigeria. Polisi masih mendata korban dan menyelidiki insiden.
Megawati Hangestri berpeluang debut bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026 pada 14 Oktober melawan Hi Pass. Simak jadwal lengkapnya.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menyelenggarakan Customer Day 2026 pada 3–6 September 2026