Advertisement
Kemenhub: SDM Maritim Harus Siap dengan Green Shipping
Upacara pelepasan sumber daya manusia di sektor maritim. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Isu ramah lingkungan kini diberlakukan di semua lini transportasi, baik darat laut maupun udara. Di laut, konsep green shipping kini mulai digalakkan. Oleh karena itu para sumber daya manusia (SDM) di sektro maritim harus dipersiapkan dan memahami konsep ramah lingkungan di perkapalan ini.
Direktur Perkapalan Dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Hartanto mengatakan teknologi di sektor perhubungan laut saat ini turut berkembang pesat mengikuti arus. Di tengah kapal konvensional yang saat ini beroperasi, muncul konsep kapal tanpa awak yang harus turut direspons SDM maritim. Karena akan muncul sejumlah pertanyaan soal siapa yang mengoperasikan, apakah dioperasikan robot secara penuh ketika sistem auto ini dijalankan.
Advertisement
BACA JUGA : Sejarah Baru Taiwan, Luncurkan Narwhal Kapal Selam Militer
“Digitalisasi sudah merambah karena itu para pemerhati terkait edukasi maritim mari kita jemput era yang tidak terbendung ini,” katanya saat memberikan sambutan wisuda sekaligus Bon Voyages Perwira Muda Stimaryo, Sabtu (30/9/2023).
Ia menambahkan SDM maritim harus aware dengan situasi akhir-akhir yaitu pencemaran udara. Perkapalan harus turut merespons sehingga saat ini muncul konsep green shipping, bahwa setiap pengoperasian kapan harus menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan.
“Pengoperasian ke depan, kapal harus sudah green shipping, kapal harus menggunakan bahan bakar yang terbarukan, tidak boleh lagi kapal menggunakan bahan bakar fosil, masih banyak lagi isu yang akan kita jemput. Sengaja saya kedepankan isu ini agar lepas dari kampus sanggup menghadapi tantangan, jangan sampai terkaget ternyata di depan mata sudah banyak perubahan,” katanya.
Ketua Stimaryo Wegig Pratama mengatakan saat ini dunia modern terus bergerak semakin maju dan persaingan menjadi semakin ketat. Persaingannya bahkan tidak hanya melibatkan sesama manusia, tetapi juga dengan mesin atau robot. Oleh karena itu, setiap lulusan dituntut untuk bisa adaptif, kreatif dan tak berhenti mengasah keterampilan serta bekerja lebih tekun dan lebih berdedikasi. Hanya dengan cara seperti itu, posisi manusia menjadi tak bisa digantikan oleh mesin dan robot.
BACA JUGA : Gapasdab Ungkap Laut Selatan DIY Belum Layak
“Salah satu cara untuk mewujudkan itu kami melakukan beberapa langkah strategis, mulai dari mengakomodasi kurikulum kampus merdeka yang linier dengan kebutuhan dunia kerja, dan menyiapkan SDM Maritim yang berkarakter,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Jamaah Haji RI Mulai Umrah Wajib di Masjidil Haram
Advertisement
Advertisement








