Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
EL NINO./www.vox.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sedang mengantisipasi peningkatan penyebaran virus terkait cuaca El Nino. Menurut direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, penyakit tersebut termasuk demam berdarah, zika, dan chikungunya.
Dilansir dari Malay Mail, tahun ini kemungkinan akan menghasilkan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat di Amerika Selatan hingga kekeringan di Australia dan di beberapa bagian negara di Asia. Kemungkinan ini, menurut WHO, sangat tinggi terjadi di 2023 dan 2024. Penularan penyakit arbovirus akan meningkat pada saat itu.
BACA JUGA : Ganjar Ingatkan Masyarakat Hadapi El Nino dan Potensi
Dilansir dari EcoHealth Alliance, El Nino merupakan fase cuaca yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut, tekanan udara yang tinggi di Samudera Pasifik bagian barat, dan tekanan udara yang rendah di Pasifik bagian timur.
Efeknya bervariasi menurut wilayah. Daerah dengan curah hujan yang lebih banyak mengalami tingkat penyebaran penyakit yang lebih tinggi oleh nyamuk yang memanfaatkan kondisi kawin yang menguntungkan.
Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pola cuaca El Niño dan peningkatan wabah penyakit menular di seluruh dunia.
Para peneliti menganalisis data dari El Nino pada 2015-2016 yang sangat kuat. Data tersebut ditemukan adanya peningkatan insiden penyakit seperti chikungunya, hantavirus, demam Rift Valley, kolera, wabah, Zika, dan banyak lagi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Assaf Anyamba, dkk. Ada peningkatan insiden demam berdarah dan chikungunya selama 2015 hingga 2016 di wilayah Asia Tenggara.
Selama periode tersebut, tepatnya April 2015 hingga Maret 2016, curah hujan di Asia Tenggara tergolong sangat rendah. Curah hujan rendah mungkin berkontribusi pada peningkatan aktivitas demam berdarah dan chikungunya.
Selain penyakit demam berdarah dan chikungunya, juga terjadi peningkatan penyakit pernapasan terkait asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan tropis yang tidak terkendali akibat suhu yang sangat tinggi dan kekeringan yang berkepanjangan.
Di wilayah kekeringan yang terus menerus atau kondisi suhu yang lebih tinggi karena El Nino memengaruhi dinamika penularan demam berdarah. Suhu yang lebih hangat memiliki beberapa efek pada siklus hidup vektor dan habitat, termasuk mempersingkat periode pematangan dari larva menjadi dewasa dan meningkatkan frekuensi kecenderungan untuk menularkan virus.
Sebuah penemuan mengatakan bahwa tanda-tanda peringatan sebelum wabah bisa diidentifikasi. Identifikasi bisa dilakukan dengan cara memantau satelit global secara rutin dan berkelanjutan terhadap El Nino. Hal yang dipantau meliputi peningkatan curah hujan, suhu permukaan laut, dan suhu permukaan tanah.
Mengidentifikasi tanda bahaya virus terkait El Nino dapat mengurangi intensitasnya atau bahkan mencegah virus masuk. Oleh karena itu, mengetahui kondisi lingkungan sangat penting dalam melakukan pencegahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di MPP. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja Kamis 23 Juli 2026 cerah di seluruh wilayah DIY. Waspadai bediding, dehidrasi, dan risiko kebakaran lahan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Kalurahan Gilangharjo Pukul 08.00 – 10.00 WIB. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan berbagai catatan dan masukan terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda)
Timnas putri Indonesia juara AFF Women's Cup 2026 usai menang 5-0 atas Laos. Garuda Pertiwi mempertahankan gelar dan lolos ke ASEAN Women's Championship 2027.