BMKG Ingatkan Hujan Petir Ancam Sejumlah Kota Besar Hari Ini
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi./ANTARA-Umarul Faruq
Harianjogja.com, BOYOLALI—Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyebut jamaah calon haji asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga keberangkatan kloter 41 dilaporkan bertambah dua orang, sehingga total menjadi lima orang.
BACA JUGA: Daftar 13 Embarkasi Haji 2023
"Berdasarkan data yang diterima melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Embarkasi Solo disebutkan ada dua calon haji asal Jateng yang meninggal di Tanah Suci, sehingga total menjadi lima orang," kata Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rama Indriyadi di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (6/6/2023).
Dua jamaah calon haji yang meninggal dunia tersebut atas nama Winaryo Sukaryo Sukadir (64) asal Kabupaten Brebes tergabung dalam kloter 32 Embarkasi Solo, di RS Arab Saudi Madinah pada Minggu (4/6), pukul 21.30 WAS dan Kotiin Suwondo Tamsir (56), asal Kabupaten Grobogan tergabung kloter 1, di RSAS Madinah, Minggu (4/6), pukul 10.30 WAS.
Calon haji Winaryo meninggal dunia karena serangan jantung dan Kotiin karena stroke. Kedua jenazah calon haji asal Jateng itu, sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum Baqi Madinah Arab Saudi.
Sedangkan tiga calon haji lainnya yang meninggal dunia di Tanas Suci sebelumnya atas nama Suprapto Tarlim Kertowijoyo asal Demak kloter 3, Masrikan Rejo Nasikun asal Demak kloter 4 dan Tasmi Kasan Mukrim asal Kendal kloter 15. Ketiganya juga dimakamkan di tempat pemakaman umum Baqi Madinah, Arab Saudi.
PPIH Embarkasi Solo terkait jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci, langsung memberitahukan kepada petugas daerah untuk disampaikan ke pihak keluarga calon haji yang bersangkutan.
Sementara itu, PPIH Embarkasi Solo pada Selasa ini, dijadwalkan memberangkatkan lima kloter ke Tanah Suci dengan perincian kloter 40 asal Kabupaten Pekalongan pada pukul 02.25 WIB, kemudian kloter 41 asal Kabupaten/Kota Pekalongan dan Batang, pada pukul 07.20 WIB, kloter 42 asal Batang pada pukul 14.00 WIB, kloter 43 asal Batang dan Sleman, pada pukul 21.00 WIB, dan kloter 44 asal Sleman pada pukul 23.25 WIB.
Calon haji kloter 41 asal Pekalongan dan Batang sebanyak 360 orang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci pada pukul 07.20 WIB. Sehingga, total calon haji yang sudah diterbangkan ke Tanah Suci sebanyak 14.704 orang dari total 33.664 orang dari Jateng dan D.I.Yogyakarta.
"Kami juga kedatangan jamaah calon haji sebanyak dua kloter, yakni kloter 45 asal Kabupaten Bantul pada pukul 10.00 WIB dan kloter 46 asal Sleman pada pukul 14.00 WIB. Sehingga, total sebanyak 15.828 calon haji yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci," katanya.
Sedangkan jamaah calon haji Embarkasi Solo yang sakit dan dirujuk ke rumah sakit saat tiba di Asrama Haji Donogudan Boyolali hingga Selasa ini, ada sembilan orang. Dengan rincian dua calon haji di RSU Dr. Moewardi Solo, lima calon haji di RS TNI AU Karanganyar, dan dua orang lainnya di RSUP Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.