Advertisement
Biksu Ritual Thudong Melakukan Puja Bakti di Borobudur
Para biksu thudong disambut dengan pemberian buket bunga sedap malam saat memasuki kompleks Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (1/6/2023). - Antara - Heru Suyitno
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG—Para biksu yang melaksanakan ritual thudong melakukan puja bakti, meditasi, dan pradaksina di stupa induk Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (1/6/2023).
Mereka memasuki kompleks Candi Borobudur melalui Gerbang Kalpataru. Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur menyambut mereka dengan buket bunga sedap malam.
Advertisement
Para biksu kemudian menyusuri marga utama, lalu naik dari tangga sisi timur menuju ke stupa induk di lantai teratas Candi Borobudur dan melakukan peribadatan.
Sebelum ke Candi Borobudur, mereka bertemu dengan Bupati Magelang Zaenal Arifin di Rumah Dinas Bupati Magelang. Dari sana, mereka berjalan kaki menuju ke Candi Mendut, Candi Pawon, dan terakhir ke Candi Borobudur.
Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Febrina Intan mengatakan bahwa Candi Borobudur merupakan tempat terakhir yang dikunjungi oleh para biksu yang datang dari Thailand dengan berjalan kaki.
BACA JUGA: Mafia Tanah Kas Desa Diduga Kelola 25 Titik Perumahan, Satpol PP: Masih Ditelusuri
"Kami menyambut di sini untuk mengarahkan para biksu melakukan peribadatan sesuai yang dijalankan oleh umat Buddha," katanya.
"Dalam penyambutan tidak ada seremonial, kami ada di depan gerbang dan memberikan rangkaian bunga sedap malam kepada setiap biksu yang hadir, kemudian para biksu berjalan ke candi untuk melakukan peribadatan."
Febrina mengemukakan bahwa kedatangan para biksu yang melakukan perjalanan dari Thailand ke Candi Borobudur merupakan momentum yang luar biasa.
"Hal ini sesuatu yang menggembirakan bagi kami dan semoga cerita-cerita spiritual, kebersamaan, kebhinekatunggalikaan itu bisa terus kami jaga bersama dan saat mendengar cerita ini orang selalu ingat Borobudur," katanya.
Ia menambahkan, pengelola Candi Borobudur berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pemeluk Buddha.
Sambutan Luar Biasa
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia Dony Oskaria menyampaikan bahwa sambutan luar biasa dari masyarakat kepada para biksu yang melaksanakan ritual thudong menunjukkan toleransi antar-umat beragama di Indonesia
"Bagaimana sambutan luar biasa masyarakat dari berbagai macam agama ini menunjukkan kebhinekaan dan ingin kita tunjukkan ke dunia bahwa Indonesia sangat toleransi satu sama lain," katanya. Dia juga berharap semakin banyak penganut Buddha yang mengunjungi Candi Borobudur untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Wisatawan Kulonprogo Digulung Ombak di Pantai Watukodok, Kaki Terluka
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Ini Hasilnya
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dana Nasabah Mulai Kembali, Kasus BNI Aek Nabara Dikebut
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Internet Tak Sekadar Hadir, Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas
- OTT Kepala Daerah Terus Bertambah, Motifnya Tak Melulu Biaya Politik
Advertisement
Advertisement








