Advertisement
Survei: Ganjar-Ridwan Kamil Unggul dalam Simulasi Paslon Capres 2024
Survei Indikator: Paslon Ganjar - Ridwan Kamil Puncaki Simulasi Pilpres 2024. Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyampaikan pidato di depan pendukungnya saat menghadiri acara halalbihalal Relawan Jokowi di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/5/2023). Halalbihalal relawan Presiden Joko Widodo tersebut untuk mendukung pemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 ANTARA FOTO/Galih Pradipta - aww.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil unggul dalam simulasi pasangan calon (paslon) capres dan cawapres Pemilu 2024 menurut lembaga survei Indikator Politik Indonesia.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa keduanya mengungguli pasangan Prabowo Subianto dan Khofifah Indar Parawansa mendapatkan perolehan suara 30,5 persen dan pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 18,5 persen.
Advertisement
“Ganjar-Ridwan Kamil dengan perolehan 40,1 persen unggul atas pasangan Prabowo-Khofifah dan Anies-AHY,” kata Burhanuddin dalam rilis survei terbaru dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat (19/5/2023).
Sebelumnya, Burhanuddin menyebut eektabilitas Ganjar pada survei terbaru yakni mencapai 29,3 persen atau yang tertinggi dalam simulasi 19 nama capres.
Baca juga: Penetapan Tersangka Johnny G Plate Berbau Politik? Begini Kata Mahfud MD
"Suara Ganjar itu rebound di survei pascadeklarasi PDI Perjuangan maupun PPP. Rebound-nya cukup tajam, dari 19,8 persen naik [ke 29,3 persen]," ujarnya
Elektabilitas Ganjar sempat turun bahkan disalip oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada survei sebelumnya. Hal itu besar dipengaruhi oleh batalnya Piala Dunia U-20, yang penyelenggaraannya ditolak oleh Ganjar karena keikutsertaan Timnas Israel.
Namun demikian, usai deklarasi langsung oleh PDIP sebagai bacapres, Ganjar menikmati peningkatan suara elektabilitasnya.
Sebagai informasi, survei terbaru Indikator Politik ini dilakukan selama 30 April hingga 5 Mei 2023. Target populasi survei yakni WNI berusiamn 17 tahun ke atas atau sudah menikan dan memiliki ponsel, atau sekitar 83 persen dari populasi nasional.
Namun demikian, Burhanuddin mengaku bahwa 17 persen sisanya yang merupakan kelompok masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah yang tidak memiliki ponsel, tidak terwakili.
Dalam survei ini, pemilihan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD) dengan 1.200 responden dipilih melalui pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error diperkirakan sekitar 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Dua Korban Banjir Bandang Pulau Siau Masih Dicari
- BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Bali
- Baru 20 Persen SPPG Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi
- Progres Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Capai 88,58 Persen
- Andrew Jung Absen, Persib Hadapi Persija Tanpa Striker Utama
- 10 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Mulai Dibangun
- Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari
Advertisement
Advertisement




