FBI Pulangkan Delapan Artefak Budaya Papua ke Indonesia
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA— Upaya menutup celah keberangkatan jamaah haji ilegal mulai diperketat menjelang musim haji 2026. Pengawasan di bandara hingga daerah kini diperluas, seiring potensi penyalahgunaan jalur keberangkatan yang masih ditemukan.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, untuk memastikan tidak ada jamaah berangkat tanpa prosedur resmi.
Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah, menegaskan pengawasan dilakukan menyeluruh dari pusat hingga daerah, termasuk pemeriksaan langsung di bandara.
“Kami di Kemenhaj juga melakukan pengawasan di bandara untuk memastikan tidak ada jamaah yang berangkat secara ilegal,” ujarnya.
Selain itu, deteksi dini juga diperkuat di berbagai wilayah guna mengantisipasi praktik penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan haji maupun umrah.
Dari sisi koordinasi, Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Keimigrasian, Achmad Brahmantyo Machmud, menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menutup celah keberangkatan ilegal.
Ia mengungkapkan potensi kerugian yang besar jika praktik ini tidak ditekan. “Jika satu orang jamaah haji ilegal membayar sekitar 100 juta, maka angka tersebut bisa mencapai ratusan miliar jika banyak yang lolos ke Arab Saudi,” katanya.
Achmad juga menyoroti modus penyalahgunaan visa yang masih kerap terjadi, seperti penggunaan visa kerja untuk tujuan ibadah haji atau umrah.
Menurutnya, risiko bagi jamaah ilegal tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga ancaman sanksi hukum dari otoritas setempat.
“Jamaah yang berangkat ilegal bisa tertangkap dan dijatuhi hukuman berupa denda atau larangan untuk bepergian dalam waktu lama,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah mendorong pembentukan tim gabungan lintas kementerian yang bekerja secara sistematis, mulai dari tahap persiapan hingga proses keberangkatan jamaah.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik ilegal yang merugikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.