Advertisement

KKB Papua Klaim Tembak Mati 9 Anggota TNI, Kapuspen TNI: 1 Orang Meninggal

Nancy Junita
Senin, 17 April 2023 - 12:27 WIB
Sunartono
KKB Papua Klaim Tembak Mati 9 Anggota TNI, Kapuspen TNI: 1 Orang Meninggal Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Philip Mehrtens, pilot Selandia Baru yang disebut-sebut disandera oleh kelompok pro-kemerdekaan, duduk di antara para pejuang separatis di wilayah Papua Indonesia, 6 Maret 2023. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) )/Handout melalui REUTERS - File Foto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemberontak separatis di wilayah Papua Indonesia (KKB) mengklaim telah membunuh sembilan personel TNI. Meski demikian pihak TNI menyatakan satu TNI yang gugur dalam serangan yang dilakukan oleh separatis tersebut.

Melansir Reuters, Senin (17/4/2023), pihak KKB mengklaim mereka telah membunuh 9 personel TNI sehari sebelumnya, Sabtu (15/4/2023), setelah pihak Jakarta tidak menanggapi permintaan negosiasi.

Advertisement

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono mengatakan, bahwa tentara lain dibubarkan ke beberapa lokasi dalam pencarian pilot Susi Air yang ditangkap KKB Papua, Phillip Mehrtens, dan mereka mengalami kesulitan komunikasi karena cuaca buruk.

BACA JUGA : 30 Prajurit TNI Belum Jelas Nasibnya setelah Diserang

"Sampai pukul 14.03 WIB informasi yang kami dapat satu meninggal dunia. Kami belum mendapat informasi lain karena sulit untuk menjangkau daerah tersebut," kata Julius saat ditanya tentang kondisi tersebut. jumlah korban yang lebih tinggi, Minggu (16/4/2023).

Dia mengatakan militer akan mengintensifkan operasi untuk menyelamatkan Mehrtens karena mereka telah mengidentifikasi lokasi pilot. Cuaca yang tidak menentu membuat upaya itu menantang, katanya.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menculik pilot asal Selandia Baru pada Februari lalu. Kelompok itu awalnya menuntut Jakarta mengakui kemerdekaan daerah itu, tetapi mengatakan kepada Reuters bulan ini bahwa mereka siap untuk membatalkan permintaan itu dan mencari dialog.

"Kami meminta pemerintah Indonesia dan Selandia Baru untuk membebaskan para sandera melalui negosiasi damai," kata Juru Bicara pemberontak Sebby Sambom dalam pesan yang direkam pada Minggu (16/4/2023).

"Tapi TNI dan Polri menyerang warga sipil pada 23 Maret. Karena itu pasukan TPNPB menyatakan akan membalas dendam dan itu sudah dimulai," kata Sambom.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Kav) Herman Taryaman, membantah tuduhan serangan pada Maret terhadap warga sipil, dan mengatakan pasukan keamanan melindungi warga sipil yang diusir oleh pemberontak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Terjadi 209 Pelanggaran Lalu Lintas di Bantul pada Hari Pertama Operasi Patuh Progo 2024

Bantul
| Selasa, 16 Juli 2024, 17:07 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement