Advertisement
Siklon Herman Ditakuti Oleh Peneliti, Ini Alasannya
Ilustrasi Badai - Reuters/Eduardo Munoz
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Beberapa waktu lalu sempat viral cuitan Twitter dari peneliti BRIN, Erma Yulihastin soal siklon Herman. Hal ini menimbulkan beragam pertanyaan dari publik sebenarnya apa sih itu siklon Herman?
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem Empat Hari Ke Depan
Advertisement
Melalui akun Twitternya, @EYulihastin, dia menyebut siklon Herman memiliki dampak yang mengerikan. Maka dari itu, dia berdoa agar siklon tersebut menjauh dari Indonesia.
“Saya tidak tahu seberapa penting siklon Herman ini dalam pandangan pemangku kepentingan. Tetapi bagi ilmuwan, siklon semacam ini bisa sangat mengerikan dampak dari lapis-lapis pusarannya. Karena itu saya hanya bisa berusaha mendampingi publik untuk upaya mitigasi terbaik,” tulis dia pada 30 Maret 2023.
Lalu, apa sih sebenarnya siklus Herman itu sehingga ditakuti oleh peneliti?
Siklon Herman merupakan badai dengan kekuatan besar yang rata-rata radiusnya mencapai 150-200 km.
Menurut Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tropis Herman ini akan berdampak terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam, yakni hujan sedang hingga lebat ditambah angin kencang di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Selain itu, siklon tropis Herman juga mengakibatkan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Teluk Lampung, perairan Bengkulu, dan juga perairan selatan Jawa Timur.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, perairan selatan Banten, hingga Jawa Tengah, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.
Deputi Meterologi BMKG menyebutkan siklon Herman ini akan melemah pada 24 jam ke depan dan menjauhi Indoneia.
“Diperkirakan intensitas siklon tropis Herman menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah timur-tenggara menjauhi Indonesia,” terang dia, dilansir Antara, Kamis (30/3/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
- Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan
- Bocah 10 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
- Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi
- Operasi Ketupat Candi 2026: Sukoharjo Dirikan 3 Pos Mudik
- Jadwal Buka Puasa Jogja Kamis 12 Maret 2026, Magrib 17.57 WIB
- Suzuki Perkuat Pasar Mobil Listrik di Indonesia lewat e-Vitara
Advertisement
Advertisement









