IPK di Bawah 3, Mahasiswa Penerima Beasiswa Sukoharjo Terancam Gugur
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Abu sisa erupsi Merapi masih memenuhi atap dan halaman gedung SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin (13/3/2023)./ Solopos-Ni\'maul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI—Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terdekat dengan Gunung Merapi, SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, tetap berjalan kendati sekolah itu masih penuh abu vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi, Senin (13/3/2023).
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja
Seperti diketahui, Merapi memuntahkan awan panas dan abu vulkanik sejak Sabtu (11/3/2023) yang mengakibatkan kawasan Tlogolele yang berada di lereng gunung itu terkena hujan abu. Meski aktivitas Merapi berangsur menurun, sisa abu vulkanik masih tampak di halaman sekolah yang hanya berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut, Senin.
Abu vulkanik masih tersisa di genting gedung dan halaman sekolah. Debu-debu juga masih terlihat berterbangan di sekitarnya. Aktivitas belajar mengajar di sekolah dilaksanakan untuk kelas III, IV, dan V.
Kemudian untuk siswa kelas VI melaksanakan try out ujian tingkat kabupaten di sekolah. Sedangkan kelas I dan II melaksanakan KBM di rumah. Wali Kelas VI SDN 2 Tlogolele, Rajiv Nasr Sidiq, mengungkapkan sekitar 77 siswa masuk sekolah untuk KBM dan try out.
“Untuk kelas I memang kami persilakan belajar di rumah karena yang pertama ruangannya dipakai. Kedua, faktor keamanan, mereka masih sulit untuk dikasih tahu,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com-Jaringan Harianjogja.com, di SDN 2 Tlogolele, Senin (13/3/2023).
Rajiv mengungkapkan hujan abu vulkanik Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, terakhir pada Minggu (12/3/2023). Pada Senin, abu vulkanik yang tersisa masih ada dengan ketebalan sekitar 0,5 sentimeter (cm).
Walaupun aktivitas KBM normal, Rajiv mengungkapkan abu-abu vulkanik yang tersisa tetap mengganggu para siswa dan guru. Ssiswa diwajibkan memakai masker. Sekolah juga menyediakan masker bagi siswa yang tidak membawa dari rumah. “Masker kami juga dapat dari pemerintah, jadi kami bagikan ke masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan siswa tidak diperkenankan bermain di luar kelas karena masih banyak abu di halaman sekolah. “Rencananya juga misal biasanya pulang pukul 12.00 WIB siang, hari ini kemungkinan pulang lebih awal,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa Kelas IV SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Dimas Agung Nugroho, mengungkapkan saat tidak ada hujan abu Merapi, ia biasanya berangkat sendiri ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah setelah hujan abu ia diantar dan jemput orang tuanya.
“Saya enggak takut sekolah, karena sudah pakai masker. Jadi sekolah seperti biasa, ini tidak mengganggu,” ujarnya. Ia mengungkapkan ini adalah kali ketiga ia merasakan hujan abu namun kali ini abunya paling tebal.
Walaupun begitu, orang tuanya tetap memberitahunya bahwa keadaan aman sehingga dia tidak takut. “Di rumah juga pakai masker untuk keamanan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Jadwal SIM Sleman Juni 2026 lengkap. Ada SIM keliling, MPP, Satpas, dan layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
MTsN 6 Bantul kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih empat penghargaan dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juni 2026 lengkap. Layanan SIMMADE, Menor, MPP, dan Satpas memudahkan perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA Jogja 6 Juni 2026 lengkap. Rute bandara dan Jogja–Semarang dengan tarif terjangkau dan jadwal fleksibel.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap. Layanan Manding, Gilangharjo, Wukirsari, dan malam hari Parasamya.