Advertisement
Kekayaan Rafael Capai Rp56 Miliar, Sri Mulyani: Memang Tak Masuk Akal
Menkeu Sri Mulyani menggelar konferensi pers terkait status pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, Jumat (24/2 - 2023). Dok. Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui total kekayaan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo atau RAT, yang mencapai Rp56,1 miliar tidak masuk akal.
Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya telah meminta kepada Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Keuangan untuk segera melaporkan ke publik terkait dengan pengawasan, investigasi, dan eksaminasi yang telah dilakukan.
Advertisement
“Terhadap yang bersangkutan, di mana masyarakat sudah mengatakan ‘oh ini kayaknya doesn't make sense [tidak masuk akal]’ tentu kita juga tahu itu tidak make sense. Maka kita bilang ke Irjen sampaikan ke publik yang selama ini sudah dilakukan,” ujarnya, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA : Bak Istana! Begini Penampakan Rumah Rafael Alun Orangtua
Semenjak kasus ini mencuat, Sri Mulyani menyatakan Kemenkeu telah melakukan koreksi sesuai dengan perundang-undangan. Hal ini diakuinya tidak bisa dilakukan secara gegabah karena Kemenkeu merupakan institusi publik yang berada di bawah UU Aparatur Sipil Negara.
“Jadi kita bekerja bukan berdasarkan emosi, tapi berdasarkan data evidence. Tapi pemihakan terhadap perasaan masyarakat itu harus kami lakukan karena itu penting yang namanya kredibilitas dan persepsi,” tutur Menkeu.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rafael yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum tercatat memiliki kekayaan Rp56,1 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan harta Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo, yakni Rp14,4 miliar.
Di sisi lain, Sri Mulyani juga meminta kepada seluruh pegawai instansi yang dipimpinnya, termasuk DJP untuk menerapkan gaya hidup sederhana.
BACA JUGA : Mario Dandy Sudah Lulus, Rafael Alun Masih Sumbang Uang
Dia mengingatkan bahwa pejabat publik sudah seharusnya menerapkan asas kepatutan dan kepantasan. Hal ini, kata Sri Mulyani, bukan sesuatu yang berlebihan karena kepercayaan masyarakat bertalian erat dengan tingkah dan gaya hidup dari pejabat publik.
“Jadi, meskipun itu dapatnya dari uang halal, dapat beli dari gaji, dan ‘bu saya kepingin rileks’. Ya sudahlah, rileksnya sekarang tidak usah naik motor gede, jalan kaki saja sama saya muter-muter di Senayan itu sehat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus DAMRI Jogja-Semarang 2026, Berangkat dari Malioboro
- Simak, Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 14 Maret 2026
- Jadwal SIM Keliling Sleman 14 Maret 2026, Cek Lokasi dan Biayanya
- Tuntutan 8,5 Tahun Penjara untuk Sri Purnomo di Kasus Hibah Pariwisata
- Lonjakan Penumpang Kereta di Jogja Capai 30 Persen Saat Lebaran 2026
- RS PKU Muhammadiyah di Jogja Siaga Mudik Lebaran 2026
- Pemkab Kulonprogo Usulkan Pintu Baru Stasiun Wates ke Alun-alun
Advertisement
Advertisement







