Advertisement
Vaksin Covid-19 Berbayar, Menkes: di Bawah Rp200 Ribu
Seorang lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (24/2/2022). - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan mengubah aturan soal vaksin Covid-19 menjadi berbayar mulai tahun ini. Dia pun memberi bocoran kisaran harga vaksin Covid-19 yang dibayar masyarakat.
BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Bakal Berbayar
Advertisement
Bocoran harga vaksin Covid-19 dipaparkan Menkes Budi Gunadi saat rapat kerja Kemenkes dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (24/1/2023).
"Sedangkan vaksin lainnya akan kami masukan seperti vaksinasi rutin saya seperti vaksin influenza, dan harganya bekisar US$5 - US$10 atau sekitar di bawah Rp200 ribu," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Menkes mengatakan nantinya tidak ada lagi vaksinasi Covid-19 gratis, terkecuali untuk masyarakat yang tercatat di Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Menurutnya, pemerintah berencana untuk membuat paket vaksin gratis dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI)
“Mungkin nanti vaksinasi yang gratis akan kami paketkan dalam PBI, dan itu hanya vaksin dalam negeri," imbuhnya.
Budi menyampaikan untuk yang non-PBI, masyarakat nantinya bisa membeli vaksin-vaksing tersebut melalui apotik dan rumah sakit secara umum.
Hal itu seperti ketika masyarakat ingin melakukan vaksinasi meningitis atau vaksinasi influenza yang umum biasa dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Dengan dilakukan hal tersebut, beban negara akan terkonsentrasi ke masyarakat-masyarakat yang miskin saja, dan itu akan di-cover dengan mekanisme normal melalui PBI,” jelas Budi.
Sebagai informasi, vaksinasi Covid-19 mengalami penurunan drastis, di mana rata-rata nya di bulan Januari 2023 sekitar 27 ribu an dengan stok vaksin yang dimiliki Kemenkes saat ini sekitar 9,3 juta an.
Sisa stok vaksin tersebut terdiri dari berbagai jenis vaksin, antara lain Janssen 138 ribu stok, Pfizer 3,5 juta stok, Sinopharm 10 ribu stok, Indovac 4,3 juta stock, Zifivax 199 ribu stok, dan Inavac 1,1 juta stok.
Budi menambahkan bahwa pembelian vaksin saat ini dialihkan ke vaksin dalam negeri, sementara vaksi luar negeri tersisa hibah saja. Adapun, untuk vaksin luar negeri ini akan dialihkan untuk vaksin anak khususnya untuk yang balita karena sejauh ini untuk balita hanya menggunakan Pfizer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Tunggu Forensik Digital Ungkap Pembunuhan di Sedayu Bantul
- Harga Cabai Rawit Jogja Turun Rp70.000 per Kg, Disdag Jaga Pasokan
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Sajikan Derbi Panas Arsenal vs Chelsea
- Pekan Budaya Tionghoa Gabungkan Budaya dan Harmoni Ramadan di Jogja
- Tujuh Pose Yoga Ini Disebut Bantu Seimbangkan Hormon Wanita
- ASN Akan Ikuti Pelatihan Militer, Korps Marinir Siapkan Materi
- Byun Yo-han dan Tiffany Young Resmi Menikah Secara Hukum
Advertisement
Advertisement









