Advertisement

Di Prancis, 2 Juta Orang Kompak Turun ke Jalan Memprotes Kebijakan Pensiun

Newswire
Jum'at, 20 Januari 2023 - 19:47 WIB
Bhekti Suryani
Di Prancis, 2 Juta Orang Kompak Turun ke Jalan Memprotes Kebijakan Pensiun Ilustrasi demonstrasi - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Advertisement

Harianjogja.com, PARIS- Lebih dari dua juta orang melakukan aksi protes di Prancis pada Kamis (19/1/2023) untuk menolak kebijakan kontroversial pemerintah yang berencana menaikkan batas usia pensiun pekerja.

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 400.000 orang yang berunjuk rasa dengan turun ke jalan-jalan di Paris, menurut sekretaris jenderal serikat pekerja terbesar di Prancis, CGT, Philippe Martinez.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Demonstrasi tersebut menyebabkan layanan transportasi umum terhenti dan sebagian besar sekolah tutup, seperti dilaporkan Kantor Berita Turki Anadolu.

Otoritas Prancis mencatat ada lebih dari 1,12 juta pengunjuk rasa yang turun ke jalan dalam aksi protes yang berlangsung di seluruh negeri. Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sekitar 600.000 hingga 800.000 orang.

BACA JUGA: Kartu KSJPS Segera Disalurkan untuk Warga Miskin Jogja

Polisi mengatakan sedikitnya 30 orang ditangkap di Paris karena berbagai tuduhan, termasuk membawa senjata terlarang. Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne pada 10 Januari lalu mengumumkan batas usia pensiun pekerja akan dinaikkan dari 62 tahun saat ini menjadi 64 tahun pada 2030 sebagai bagian dari rencana reformasi pensiun pemerintah.

Presiden Emmanuel Macron bersikeras bahwa kebijakan tersebut diperlukan guna mengatasi defisit dana pensiun. Menaikkan batas usia pensiun dinilai dapat menyumbang tambahan 19,1 juta dolar AS (sekitar Rp287,5 miliar) setiap tahun dan memungkinkan sistem dana pensiun untuk mencapai titik keseimbangan pada 2027.

Namun, kebijakan tersebut justru mendapat banyak penolakan. Jajak pendapat menunjukkan sekitar dua pertiga warga Prancis menentang rencana tersebut.

“Ada banyak sekali cara lain untuk membuat sistem pensiun lebih layak,” kata anggota senior CGT, Brigitte Gabriel.

“Kami berharap akan ada lebih banyak aksi protes untuk menekan pemerintah agar mereka juga mempertimbangkan menaikkan upah (pekerja)," ujarnya.

Perdana Menteri Borne menekankan pentingnya langkah-langkah untuk mendorong debat terbuka dan menyampaikan pendapat.

Dalam cuitan dia melalui Twitter, dia memuji “komitmen polisi dan serikat pekerja yang memastikan protes berlangsung dengan aman.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Fokus Pengembangan Gunungkidul Beralih dari Selatan ke Utara

Gunungkidul
| Rabu, 01 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement