Advertisement

Murka! Dirut Bulog Tuding Mafia Bikin Harga Beras Mahal

Indra Gunawan
Jum'at, 20 Januari 2023 - 21:17 WIB
Bhekti Suryani
Murka! Dirut Bulog Tuding Mafia Bikin Harga Beras Mahal Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memberikan penjelasan kepada awak media, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis - Dedi Gunawan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso mengklaim pihaknya telah menemukan keterlibatan mafia yang membuat harga beras di pasaran masih mahal hingga saat ini.

Buwas membeberkan karena keberadaan mafia tersebut, beras yang disalurkan Bulog dengan harga Rp8.300 per kilogram (kg), di pasaran justru harganya masih di atas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp9.450 per kg.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Harusnya ke konsumen 9.000-an paling mahal, tapi yang terjadi apa, tetap tinggi harganya,” kata Dirut Bulog yang akrab disapa Buwas itu saat konferensi pers di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2023).

Dilansir Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) pada Jumat (20/1/2023) harga beras medium Rp11.540 per kg dan beras premium Rp13.150 per kg di rata-rata pasar se-Indonesia.

Buwas menjelaskan, keberadaan mafia tersebut sudah diketahui lewat rekaman rapat para pedagang beras. Dalam rekaman itu, Buwas menyebut ada salah satu pedagang yang mengklaim mempunyai hak menopoli untuk membeli beras Bulog. Nantinya, oknum pedagang tersebut menjual beras dari Bulog ke pedagang lain dengan harga tinggi.

BACA JUGA: Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen, Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Bakal Direlokasi, Kapan?

“Tidak ada koordinator-koordinatoran, mafia-mafianya ngumpulin pedagang-pedagang, saya ada rekamannya. Model apa ini pakai ngancam-ngancam [pedagang]. Saya ngikuti, ternyata para pedagang-pedagang itu mendapat beras dengan harga mahal, bagaimana menjual murah jika belinya mahal,” ujar Buwas.

Buwas mengatakan, bukti-bukti keberadaan mafia tersebut telah diserahkan kepada Satgas Pangan Polri untuk ditindaklanjuti. Nantinya, dia berharap agar oknum mafia tersebut bisa dibina agar tidak melakukan pelanggaran yang sama di kemudian hari.

Selain itu, dia menegaskan, apabila ada pejabat Bulog yang ikut ‘bermain’, maka pihaknya akan langsung memecatnya.

“Jika ada Pinwil-pinwil [Pimpinan Wilayah] Bulog, saya sendiri yang langsung memecatnya. Contoh di Sulsel (Sulawesi Selatan) beras hilang, makanya saya nggak tunggu-tunggu pecat duluan aja. Sudah saya sampaikan, Bulog ini tidak butuh manusia yang tidak memiliki integritas dan komitmen. Kita butuh orang yang tangguh, jangan ikut bermain," tegasnya.

Buwas menegaskan akan terus memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) Bulog. Dia ingin Bulog memiliki karyawan yang berintegritas, bukan berjiwa pedagang apalagi mafia pangan.

"Makanya saya bilang ke internal Bulog, ayo bangun komitmen ini. Kalau tidak bisa mundur atau dipaksa mundur. Bulog itu tidak bisa untung besar, karena marginnya sudah ditentukan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com, Rabu 8 Februari 2023

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 06:57 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement