Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Kondisi dua anak di Berbah, Sleman yang diduga keracunan makanan chiki ngebuk (chikbul) saat ini sudah membaik. Keduanya sebelumnya sempat demam dan muntah.
Sebanyak dua anak di Kabupaten Sleman diduga mengalami keracunan chiki ngebul. Atas dugaan ini Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan pada jajanan anak-anaknya.
"Saya minta bapak dan ibu agar mengawasi jajanan yang dibeli putra-putrinya. Jangan sampai ini luput dari perhatian sebagai orang tua," kata Kustini, dikutip Sabtu (14/1/2023).
Kustini menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sebelumnya telah menemukan satu kasus keracuan di Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah pada Senin (9/1/2023) lalu. Dua anak berusia lima dan tujuh tahun mengalami demam, pusing dan muntah, setelah jajan chiki ngebul di acara kesenian di Berbah.
Awalnya anak tersebut dikira masuk angin. Tapi kemudian muntah berwarna kuning dan hijau. Setelah itu dibawa ke Puskesmas Berbah.
BACA JUGA: Kuota Haji untuk Jemaah Kota Jogja Diprediksi Naik Signifikan Tahun Ini
Dari hasil pemeriksaan didapati jumlah leukosit sebanyak 14.000. Kemudian petugas kesehatan memberikan tindakan yang diperlukan. Kustini menyampaikan kondisi dua anak tersebut kini membaik dan sudah dapat beraktivitas kembali.
"Kemarin juga dilakukan pemeriksaan kepada teman dan kakaknya, karena mereka juga mengonsumsi chiki ngebul, tetapi tidak ada gejala. Alhamdulilah, kondisi dua anak ini sekarang sudah baik dan bisa aktivitas lagi," paparnya.
Atas temuan ini Kustini meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menggelar sosialisasi tentang kewaspadaan dini bagi masyarakat, sekolah, dan pelaku usaha.
Jika ditemukan gejala mual, muntah, pusing, dan demam setelah makan chiki ngebul, masyarakat diimbau segera melapor ke puskesmas terdekat. Kustini meminta kepada puskesmas dan fasilitas kesehatan lain untuk siap siaga menghadapi dampak jajan chiki ngebul ini.
"Terutama apabila ditemukan kasus keracunan akibat pangan khusunya chiki ngebul atau penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji agar segera dilaporkan."
Lebih lanjut Kustini meminta agar petugas kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait makanan yang baik untuk dikonsumsi. Dan mengidentifikasi jika ditemukan pedagang makanan ciki ngebul dan sejenisnya.
Saat ini, kata Kustini, Dinkes Sleman bersama BPOM juga telah turun ke lapangan untuk memantau penjaja makanan chiki ngebul.
"Beberapa hari ini sudah monitoring juga, di antaranya pasar malam di Denggung dan Maguwoharjo. Tidak ditemukan pedagang chikbul," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.