Advertisement
Pakai Rompi Oranye, Lukas Enembe Tiba di KPK
Pakai Jaket Oranye, Lukas Enembe Tiba di KPK - Bisnis / Dany Saputra
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Tersangka kasus suap Lukas Enembe tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Kamis (12/1/2023) sore WIB. Sebelum tiba, Lukas telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
Berdasarkan pantauan Bisnis.com (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia/JIBI) di gedung KPK, Gubernur Papua nonaktif itu tiba di Gedung Merah Putih KPK pada sekitar pukul 17.10 WIB. Ini menjadi kehadiran pertamanya di KPK setelah ditangkap oleh lembaga antirasuah itu.
Advertisement
Saat memasuki Gedung, Lukas tidak berkomentar dan hanya melambaikan tangan ke awak media..
Sebelumnya, KPK mengungkap kronologi perkara suap yang menyeret Lukas.
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan perkara yang menjerat Lukas Enembe bermula ketika perusahaan milik tersangka RL dari PT Tabi Bangun Papua atau TBP, mengerjakan proyek multiyears di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
“Lukas diduga ikut terlibat hingga berperan aktif dalam beberapa kegiatan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua dengan memenangkan perusahaan tersebut,” ujar Firli dalam konferensi pers, Rabu (11/1/2023).
BACA JUGA: KPK Tangkap Gubernur Papua Lukas Enembe
Firli menjelaskan RL dan Lukas Enembe diduga berkomunikasi, bertemu hingga pemberian sejumlah uang sebelum proses pelelangan berlangsung. Tujuan pemberian uang itu untuk memenangkan perusahaan milik RL.
Singkat cerita, RL kemudian mendapatkan paket proyek pada tahun anggaran 2019-2021 antara lain proyek multiyears peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar.
“Kemudian, proyek multiyears rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar dan proyek multiyears penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar,” ucap Firli.
Adapun seusai penetapan pemenang proyek, kedua belah pihak setuju untuk pembagian persentase fee proyek hingga mencapai 14% dari nilai kontrak setelah dikurangi nilai PPh dan PPN.
Uang itu diduga diterima Enembe dan beberapa pejabat di Pemprov Papua. Firli juga menjelaskan bahwa Lukas Enembe diduga menerima uang dari RL sebesar Rp1 miliar.
“Lukas Enembe diduga menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya yang berdasarkan bukti permulaan sejauh ini berjumlah sekitar Rp10 miliar,” jelas Firli.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12B Undang-Undang (UU) No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD
- Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China
- Akun WhatsApp Aman! Aktifkan 4 Fitur Ini Sekarang
- 18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
- PM Thailand Tinggalkan Rolls-Royce, Pilih Mobil Listrik China
- Cedera Mengintai, Jorge Martin Waspadai MotoGP Amerika
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
Advertisement
Advertisement







