Advertisement

Rudal Rusia Guncang Ibu Kota Ukraina di Perayaan Tahun Baru

Newswire
Minggu, 01 Januari 2023 - 09:17 WIB
Sunartono
Rudal Rusia Guncang Ibu Kota Ukraina di Perayaan Tahun Baru Dua orang tewas ketika sebuah roket menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di pusat Kota Kryvih Rih, Jumat (15/12/2022). Pasukan Rusia meluncurkan serangan mematikan di seluruh wilayah Ukraina. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Ibu kota Ukraina diguncang serangan Rusia menjelang Tahun Baru 2023 yang menewaskan sedikitnya satu orang, menurut Wali Kota Vitali Klitschko.

“Ada ledakan di Kyiv! Tinggal di tempat penampungan!” tulisnya di Telegram, mengutip The Guardian, Sabtu (31/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kyrylo Tymoshenko, Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina mengatakan rudal menghantam sebuah hotel dan rumah. Gubernur wilayah sekitar Kyiv Oleksiy Kuleba telah memperingatkan sesaat sebelumnya tentang kemungkinan serangan rudal dari Rusia. Hal ini ditandai oleh pertahanan udara di wilayah tersebut aktif menyerang sasaran. 

BACA JUGA : Ukraina Sambut Ajakan Damai Vladimir Putin

“Negara teroris meluncurkan beberapa gelombang rudal. Mereka mengucapkan selamat tahun baru kepada kita. Tapi kami akan bertahan,” tulis Kuleba di Telegram dalam postingan terpisah setelah ledakan mengguncang ibu kota.

Terpisah, ledakan juga dilaporkan terjadi di kota Khmelnytskyi dan Zaporizhzhia, dan wilayah Kharkiv.

Sebelumnya, Zelenskiy memperingatkan bahwa Moskow memiliki rencana untuk membuat Ukraina ke dalam kegelapan sebelum liburan malam Tahun Baru.

“Mungkin musuh akan mencoba sekali lagi membuat kita merayakan tahun baru dalam kegelapan,” katanya dalam pidato semalam.

Sementara itu dalam pidato jelang tahun baru, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya berjuang di Ukraina untuk melindungi tanar air mereka. 

Vladimir Putin mengatakan dalam pesan video tahun barunya bahwa negaranya berjuang di Ukraina untuk melindungi "tanah airnya", dan untuk mengamankan "kemerdekaan sejati", saat Rusia melepaskan gelombang serangan roket besar keduanya ke negara itu dalam tiga hari.

BACA JUGA : Akhirnya, Vladimir Putin Ingin Setop Perang Rusia-Ukraina

Dalam pesan sembilan menit yang ditayangkan di televisi pemerintah Rusia, Putin juga menyalahkan negara barat karena memprovokasi perang dan berusaha untuk melemahkan dan memecah belah Rusia.

Menteri pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, sebelumnya mengklaim bahwa negaranya telah memastikan kemenangan di Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Guardian/Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Puluhan Karung Terguling di Nambangan Bantul dan Sulit Dievakuasi

Bantul
| Rabu, 01 Februari 2023, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Orang Jogja Wajib Tahu! Ini Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 10:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement