BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo. (Dok Solopos)
Harianjogja.com, SOLO—Putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Purboyo, meminta doa masyarakat atas situasi di Keraton Solo yang memanas belakangan ini. Ia berharap segera ada solusi terkait permasalahan yang terjadi.
BACA JUGA: Lima Orang Terluka dalam Baku Hantam di Keraton Solo
Di sisi lain, Purboyo menyatakan sangat menghormati Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GKR Wandansari, yang juga tantenya sendiri. Sikap hormat, lanjutnya, juga ia tujukan kepada para kerabat Keraton Solo.
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat diwawancarai wartawan seusai menghadiri peluncuran buku Geliat Solo di Tangan Gibran Wali Kota Karbitan di Taman Pracima Pura Mangkunegaran Solo, Jumat (23/12/2022).
“Seperti tante Moeng, beliau adalah tante saya, dan saya harus menghormati beliau sebagai tante saya. Beliau lebih sepuh dari saya, dan semuanya adalah lebih tua dari saya. Saya harus menghormati mereka semua,” ungkap pemuda yang ditetapkan sebagai putra mahkota Keraton Solo pada Maret 2022 lalu.
Purboyo berharap persoalan di Keraton Solo segera mendapatkan solusinya, termasuk opsi musyawarah agar ada jalan keluar. “Saya berharap secepatnya akan mendapatkan solusi, dan kita bisa menjalin musyawarah,” urainya.
Purboyo mengaku ingin Keraton Solo bisa segera bangkit dan moncer seperti Pura Mangkunegaran. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir Pura Mangkunegaran dipugar atau direvitalisasi oleh pemerintah dan sukses menjadi perhatian publik.
“Iya saya harap juga secara pribadi, Keraton juga bisa dipugar atau dibantu oleh Mas Gibran untuk dipercantik lah. Karena bagaimana pun juga Keraton adalah ikon Kota Solo,” katanya. Purboyo membenarkan adanya opsi pertemuan keluarga untuk menyelesaikan persoalan di Keraton Solo.
“Iya semoga, semoga,” ungkap dia. Lebih lanjut, Purboyo meminta doa dari masyarakat Solo. Dengan adanya doa dari masyarakat, ia berharap persoalan yang dihadapi Keraton bisa cepat selesai.
“Kami, utamanya saya, meminta doa masyarakat Solo, semoga tidak ada masalah, cepat selesai dan bisa mendapat solusi baik untuk kita semua, supaya Solo aman dan tenteram. Keraton juga sebagai pusat pariwisata dan kebudayaan Solo,” urainya.
Mengenai pernyataan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang sudah menawarkan opsi solusi untuk Keraton Solo, Purbaya mengaku sudah menyampaikan kepada ayahnya, PB XIII, bahwa Keraton bersama pemerintah. Kerja sama itu dia harapkan berlangsung sampai kapan pun.
Tapi dia tidak menyebut tawaran solusi dari Gibran. “Sampai kapan pun [Keraton Solo] akan selalu bekerja sama dengan pemerintah, menjalankan event-event kebudayaan apa pun itu, yang jelas semua terbaik untuk Kota Solo,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.