Advertisement

Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polri Tangkap 6 Orang Anggota JAD

Lukman Nur Hakim
Rabu, 21 Desember 2022 - 19:47 WIB
Bhekti Suryani
Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polri Tangkap 6 Orang Anggota JAD Anggota Brimob dan tim Inafis (Automatic Finger Print Identification System) mengamankan dan menjaga ketat Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di Jalan Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12). Ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di depan pintu masuk Kantor Polsek Astana Anyar. Polisi masih menyelidiki dan mengamankan area lokasi ledakan yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Tiga polisi terluka akibat kejadian tersebut.JIBI - Bisnis/Rachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Polri menangkap enam orang tersangka kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat yang terjadi pada, Rabu (7/12/2022).

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa enam orang yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri baru tiga orang yang dilakukan penahanan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Tiga tersangka lainnya masih dalam proses pemeriksaan," ujar Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (21/22/2022).

"Ini jaringannya adalah JAD. Jadi jaringannya JAD dan ada keterkaitan dengan peristiwa Astana Anyar," lanjutnya.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan bahwa keenam tersangka ini berperan mengetahui hingga membantu aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.

"Perannya itu membantu, mengetahui,  mendorong pelaku untuk menyerang atau aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar," tutur Aswin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap, bahwa pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar terafiliasi jaringan JAD.

BACA JUGA: Ngeri! Seniman Filipina Pakai Darahnya Sendiri Untuk Melukis

“Pelaku terafilasi JAD Bandung atau Jabar dan tim terus bekerja menuntaskan peristiwa terjadi,” ujar Listyo di Bandung, Rabu (7/12/2022).

Selain itu, Listyo mengatakan bahwa hasil ini berdasarkan hasil dari face reconegtion dan hasil sidik jari.

Pelaku merupakan mantan narapidana teroris yang pernah ditangkap terkait peristiwa bom Cicendo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemimpin Pesantren Waria Shinta Ratri Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Jogja
| Rabu, 01 Februari 2023, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Orang Jogja Wajib Tahu! Ini Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 10:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement