Kasus Gratifikasi Setjen MPR, KPK Telusuri Sumber Penghasilan Maruf
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Suasana Taman Budaya Yogyakarta./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana melanjutkan pembangunan Taman Pintar Dua atau Taman Budaya yang berlokasi di kawasan Embung Giwangan pada 2023 dengan memanfaatkan dana keistimewaan (danais).
BACA JUGA: Pembangunan Taman Budaya Bantul Tunggu Amdal
“Pembangunan dilanjutkan pada tahun depan dengan dana yang cukup besar sekitar Rp20 miliar,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Agus Tri Haryono, Kamis (8/12/2022).
Perencanaan pembangunan akan dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja.
“Tentunya, nanti akan ditetapkan prioritas pembangunan yang akan dilakukan tahun depan. Apakah untuk kebutuhan ‘main gate’ atau penambahan zona terlebih dulu,” katanya.
Menurut dia, pekerjaan pembangunan Taman Pintar Dua Yogyakarta memang harus dilakukan bertahap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Jogja.
Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Yogyakarta Retno Yuliani mengatakan hal senada yaitu, pembangunan Taman Pintar Dua yang kemudian disebut sebagai Taman Budaya Yogyakarta harus dilakukan bertahap karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Pada tahun anggaran 2022, tidak ada kegiatan pembangunan fisik yang dilakukan di Embung Giwangan sehingga fasilitas yang ada di lokasi tersebut juga masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu embung, jogging track, toilet, mushola, dan lampu penerangan.
Hingga saat ini, realisasi fisik pembangunan Taman Budaya di Embung Giwangan baru mencapai sekitar 30 persen.
Sedangkan untuk 2023, pembangunan akan disesuaikan antara ketersediaan anggaran dengan rencana awal yaitu pembangunan panggung terbuka, penanda, dan lainnya.
Selama belum ada kegiatan pembangunan, UPT Taman Budaya Yogyakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kawasan Embung Giwangan untuk berbagai aktivitas namun dengan terlebih dulu mengajukan izin.
Retno menambahkan, keberadaan Taman Budaya yang berlokasi di Yogyakarta bagian selatan ditujukan untuk menjadi lokomotif pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Embung Giwangan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak pada 2019 di lahan milik Pemerintah Kota Jogja yang berlokasi di Jalan Tegalturi dan mampu menampung sekitar 9.210 meter kubik air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.
Korban gempa Venezuela bertambah jadi 589 tewas dan 2.980 luka. Bantuan internasional mulai berdatangan untuk evakuasi korban.