BKPM Ungkap Penyebab Lelang Sistem OSS Rp26,46 Miliar Gagal
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berfoto bersama saat peresmian Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam pada Selasa (10/11/2021). JIBI/Bisnis-Nancy Junita @prabowo
Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah mengatakan dukungan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024 merupakan suatu kewajaran.
Said berpendapat, tak ada yang salah jika seorang presiden menyatakan dukungan untuk penerusnya. Apalagi, lanjutnya, seorang presiden pasti ingin memastikan keberlanjutan kebijakan-kebijakannya.
“Sebagai presiden kan, masa tidak boleh mengeluarkan apa pun soal itu. Kan presiden ingin dijamin kesinambungan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi saat ini. Itu biasa saja yang seperti itu,” ujar Said kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Nusantara, Jakarta, Selasa (8/11/2022), dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Rabu (9/11/2022).
Menurutnya, pernyataan Jokowi ingin memberi semangat kepada Prabowo untuk maju dalam ajang Pilpres 2024. Dia juga berpendapat, Prabowo dapat memastikan warisan Jokowi.
Baca juga: Jokowi Sebut Pilpres 2024 Jatah Prabowo, Demokrat Bandingkan dengan SBY
Selain itu, Said membantah pernyataan Jokowi merupakan isyarat PDIP untuk berkoalisi dengan Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Seperti diketahui, Gerindra dan PKB sudah mendeklarasikan koalisi bersama pada medio Agustus lalu.
Meski begitu, dia menekankan, yang berhak menentukan koalisi hanya ketua umum mereka, Megawati Soekarnoputri.
“Ya kalau koalisi haknya ketua partai,” ucap Said.
Sebagai informasi, saat memberikan sambutan di acara HUT Perindo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkelakar bahwa pada 2024 merupakan tahun kemenangan Prabowo Subianto jika maju sebagai calon presiden (capres) RI.
"Saya ini dua kali menjadi Wali Kota Solo menang, kemudian ditarik di Jakarta sekali menang. Selanjutnya, dua kali di Pemilu Presiden, menang. Mohon maaf Pak Prabowo, kelihatannya setelah ini [Pilpres 2024] jatah Pak Prabowo," ujar Jokowi disambut teriakan penonton di iNews Tower, Senin (7/11/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
PHM merampungkan proyek SNB AOI 1-3-5 di WK Mahakam. Sumur NB-501 menghasilkan 6,12 MMscfd untuk memperkuat pasokan gas Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 4 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Indonesia masuk 10 besar pengguna ChatGPT dunia. OpenAI mengungkap tingginya adopsi AI dan peluang pengembangan ekosistem AI nasional.
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Prabowo menawarkan 138 blok migas eksplorasi Indonesia kepada investor Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi dan hilirisasi.