Iran Klaim Serang 18 Aset Militer AS, Selat Hormuz Memanas

Newswire
Newswire Kamis, 11 Juni 2026 11:27 WIB
Iran Klaim Serang 18 Aset Militer AS, Selat Hormuz Memanas

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut sedikitnya 18 target militer AS di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran operasi yang dilakukan sebagai respons atas eskalasi konflik terbaru antara kedua negara.

Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang semakin memanas menyusul serangan Amerika Serikat ke wilayah selatan Iran dan langkah balasan Teheran terhadap kepentingan militer Washington di kawasan. Konflik yang berkembang cepat itu juga diwarnai ancaman terkait keamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Dalam keterangan resminya pada Kamis, IRGC menyatakan sejumlah pangkalan militer utama Amerika Serikat yang menjadi target antara lain Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Secara terpisah, militer Iran mengungkapkan telah menyerang sistem pertahanan udara Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain.

Iran juga mengonfirmasi peluncuran sejumlah drone menuju Armada Kelima AS. Langkah tersebut disebut sebagai balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap wilayah selatan Iran.

Dalam pernyataan yang sama, militer Iran menegaskan pasukannya siap menghadapi musuh hingga akhir dan tidak akan menghentikan perlawanan sampai pihak yang dianggap bertanggung jawab menerima konsekuensi atas tindakan mereka.

Peningkatan ketegangan tersebut berlangsung ketika kawasan Timur Tengah kembali menghadapi ancaman konflik yang lebih luas. Iran sebelumnya memperingatkan bahwa situasi dapat berkembang semakin serius apabila tekanan terhadap negara itu terus meningkat.

Pada Kamis dini hari waktu setempat, Iran bahkan mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait situasi di Selat Hormuz. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia itu disebut berpotensi menjadi titik konflik yang lebih besar apabila keamanan kawasan terus terganggu.

Mengutip pernyataan yang disampaikan melalui Mehr News Agency, Komandan Angkatan Udara IRGC, Seyed Majid Mousavi, memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengancam keamanan Selat Hormuz.

"Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran," katanya.

Menurut Mousavi, pernyataan tersebut merupakan respons terhadap apa yang ia sebut sebagai tindakan Amerika Serikat yang semakin berani meningkatkan tekanan di kawasan.

Sebelumnya, IRGC kembali menegaskan bahwa serangan terhadap 18 target militer Amerika Serikat mencakup fasilitas di Ali Al Salem, Ahmad Al Jaber, dan Sheikh Isa. Klaim tersebut menjadi bagian dari rangkaian perkembangan yang terjadi setelah serangan Amerika Serikat ke Iran selatan dan keputusan Teheran menutup Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online