BP BUMN Beberkan 3 Pilar Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Newswire
Newswire Kamis, 11 Juni 2026 10:47 WIB
BP BUMN Beberkan 3 Pilar Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Kantor Kementerian BUMN di Jakarta. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah tengah menjalankan transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh sebagai fondasi menuju Indonesia maju pada 2045. Ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi tiga pilar utama yang dipersiapkan untuk menopang pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan berbagai program strategis yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan bagian dari agenda besar transformasi ekonomi, bukan kebijakan yang berdiri sendiri. Menurutnya, masyarakat perlu memahami arah perubahan tersebut agar dapat melihat manfaat jangka panjang yang ingin dicapai pemerintah.

"Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah," kata Dony dalam keterangannya, Kamis.

Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Negara Maju

Dony menjelaskan pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar pertama dalam strategi pembangunan nasional. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu berkembang secara berkelanjutan tanpa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Untuk mendukung target swasembada pangan, pemerintah menjalankan berbagai program, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, hingga reformasi tata niaga pupuk.

Selain itu, pemerintah memperkuat kebijakan pembelian gabah petani dan meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Perum Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Ketahanan Energi Kurangi Ketergantungan Impor

Pilar kedua yang menjadi fokus pemerintah adalah ketahanan energi. Dony menilai kemandirian energi merupakan syarat penting bagi negara yang ingin mencapai kemajuan dan menjaga kedaulatan ekonomi.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan, memperluas implementasi biodiesel B50, meningkatkan kapasitas cadangan bahan bakar minyak (BBM), serta mempercepat eksplorasi sumber energi baru.

"Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi. Karena itu kita mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," ujar Dony.

Di samping itu, pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Penguatan SDM Jadi Kunci Indonesia Emas

Menurut Dony, pilar yang paling menentukan keberhasilan transformasi ekonomi adalah pembangunan sumber daya manusia. Presiden Prabowo Subianto disebut menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama karena kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas penduduknya.

Ia menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan besar. Saat ini angka stunting nasional masih berada di kisaran 22 persen sehingga membutuhkan penanganan serius agar tidak menghambat kualitas generasi mendatang.

"Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kita masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan," katanya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM, pemerintah juga mempercepat pembangunan sekitar 200 Sekolah Rakyat, mengembangkan sekolah unggulan di berbagai daerah, serta mendistribusikan smart board ke sekolah-sekolah guna meningkatkan pemerataan mutu pendidikan.

Melalui penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan SDM, pemerintah berharap transformasi ekonomi nasional dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Berbagai program tersebut terus disiapkan untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dengan fondasi ekonomi yang mandiri, kompetitif, dan didukung sumber daya manusia berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online