Advertisement

Jokowi Sebut Pilpres 2024 Jatah Prabowo, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Surya Dua Artha Simanjuntak
Rabu, 09 November 2022 - 08:17 WIB
Budi Cahyana
Jokowi Sebut Pilpres 2024 Jatah Prabowo, Demokrat Bandingkan dengan SBY Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto - Dok.Biro Pers Istana

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah mengurusi soal pemilihan presiden (pilpres) selama menjabat. Hinca menyebut sikap SBY tak seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Jokowi berkelakar bahwa pada 2024 merupakan tahun kemenangan Prabowo Subianto jika maju sebagai calon presiden (capres) RI.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Saya ini dua kali menjadi Walikota Solo menang, kemudian ditarik di Jakarta sekali menang. Selanjutnya, dua kali di Pemilu Presiden, menang. Mohon maaf Pak Prabowo, kelihatannya setelah ini [Pilpres 2024] jatah Pak Prabowo," ujar Jokowi disambut teriakan penonton di iNews Tower, Senin (7/11/2022).

Hinca mengaku memang tak ada yang salah dengan pernyataan Jokowi. Meski begitu, dia membandingkan pernyataan Jokowi tersebut dengan sikap SBY selama menjabat jadi presiden pada 2004 hingga 2014.

BACA JUGA: Begini Hasil Survei Jika Pilpres Digelar Hari Ini

"Saya kira sah-sah saja bicara di situ, mendukung Si A, tetapi era kami, eranya pak SBY, sama sekali tidak pernah mau ikut cawe-cawe, apalagi menentukan, siapalah ini, siapa itu. Enggak pernah ikut campur sampai selesai," ujar Hinca kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Dia berpendapat seharusnya seorang presiden fokus menjalankan pemerintahan sampai selesai. Soal penerusnya, lanjutnya, biarkan rakyat yang menentukan.

"Siapa penggantinya yang akan datang, siapapun itu, itu pilihan rakyat. Kan bukan pilihan presiden," jelasnya.

Advertisement

Hinca pun khawatir dengan dorongan Jokowi akhir-akhir kepada menteri-menterinya untuk maju dalam ajang Pilpres 2024. Apalagi, jelasnya, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mengizinkan menteri maju capres 2024 tanpa harus mengundurkan diri.

"Saya kira presiden tidak mesti terlalu jauh ikut meramaikan bursa pencapresan, justru sebaliknya mengajak para menteri-menteri bekerja serius mengurus pemerintahan dan negara ini terutama perekonomian kita yang belum baik-baik saja," ucap pria yang juga anggota Komisi III DPR tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Denhanud 474 Kopasgat Pastikan Kesiapan Penanggulangan Bencana

Sleman
| Minggu, 27 November 2022, 01:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement