Advertisement
Baru Ada 10, Kemenhub Ingin Tambah 150 Unit Bengkel Konversi Kendaraan Listrik
Menko Marves Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (4/6/2022). - Ist/dokumen PT PLN
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan jumlah bengkel yang melayani konversi kendaraan listrik bertambah menjadi 150 unit dari yang saat ini baru sebanyak 10 unit.
BACA JUGA : Uni Eropa Setop Produksi Mobil Berbasis BBM
Advertisement
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugianto memperkirakan jumlah bengkel yang mampu melayani konversi kendaraan listrik akan bertambah. Target tersebut bukannya tak masuk akal karena usia baterai kendaraan listrik hanya berkisar di antara 3–5 tahun.
Siklus waktu baterai kendaraan listrik yang pendek tersebut, tekannya, jelas membutuhkan keberadaan bengkel yang mampu melakukan penggantian baterai. “Sekarang sudah terdaftar 10, nanti akan ada 150. Untuk di Bali sudah ada ada 3. Sudah ada juga nanti. Saya yakin ke depan bengkel kendaraan listrik akan banyak,” ujarnya, Selasa (1/11/2022).
Kemenhub saat ini juga tengah menargetkan insentif bagi percepatan populasi kendaraan listrik di Indonesia pada 2023. Hendro menyebut saat ini pemerintah masih membahas mekanisme, bentuk, hingga besaran insentif yang akan dikucurkan guna mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Saat ini, tuturnya, insentif untuk percepatan kendaraan listrik dibahas dengan sejumlah kementerian di antaranya Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pembahasan insentif tersebut tengah dikejar karena pemerintah Indonesia mengharapkan masyarakat tak hanya menjadi konsumen kendaraan listrik.
Bentuk insentif yang akan disediakan pemerintah untuk mendorong elektrifikasi kendaraan roda dua maupun empat pun masih dibahas. Ada kemungkinan bisa disalurkan melalui subsidi untuk biaya konversi pada bengkel yang mumpuni, atau bea impor spare part.
"Kalau pendapat saya, mungkin karena kendaraan listrik atau yang menggunakan baterai itu komponen impornya masih tinggi. Kemungkinan [insentif] itu di import tax-nya. Tapi hasil akhirnya biar lebih murah [harga kendaraan listrik]," ujarnya.
Berdasarkan hasil Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) kendaraan per 25 Oktober 2022, populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai 31.827 unit kendaraan dengan mayoritas yakni kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
Ucapan Kamis Putih 2026, Penuh Makna Kasih dan Kerendahan Hati
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Babak I Bolivia vs Irak 1-1, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
- Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Bisa Disaksikan Malam Ini
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
Advertisement
Advertisement








