Advertisement

Polisi Tangkap Pencopet Asal Sragen Saat Zikir dan Selawat di Klaten

Taufik Sidik Prakoso
Jum'at, 16 September 2022 - 15:27 WIB
Jumali
Polisi Tangkap Pencopet Asal Sragen Saat Zikir dan Selawat di Klaten Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KLATENPolres Klaten menangkap seorang pencopet saat digelar zikir dan selawat dalam rangka haul Kai Ageng Gribig di Jatinom, Kamis (16/9/2022) malam. Pencopet tersebut bernama Priyono, warga Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Pelaku ditangkap setelah ada dua warga Kecamatan Karanganom dan Jogonalan yang melaporkan kehilangan ponsel saat mengikuti pengajian ke Polsek Jatinom. Polisi menyita enam ponsel dari tangan pelaku.

“Pelaku Priyono, 60th tanon kab sragen residivis kasus yg sama,” tulis pengguna akun Instagram @macanklaten.id,” Jumat (16/9/2022) dini hari.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, melalui Kasi Humas Polres Klaten, Iptu Abdillah, mengatakan pelaku ditangkap setelah ada dua warga Kecamatan Karanganom dan Jogonalan yang melaporkan kehilangan ponsel saat mengikuti pengajian ke Polsek Jatinom.

“Akhirnya pelaku berhasil diamankan dan dari tas miliknya ditemukan enam ponsel. Setelah dilakukan kroscek, di antara enam ponsel itu ada dua ponsel yang sesuai dengan milik dua pelapor,” kata Iptu Abdillah, Jumat.

Kegiatan zikir dan selawat dalam rangka haul Kyahi Ageng Gribig itu termasuk bagian dari rangkaian tradisi Yaa Qawiyyu di Jatinom di tahun ini. Puncak perayaan tradisi sebaran apam Yaa Qawiyyu digelar di Lapangan Klampeyan, Jatinom, Jumat siang.

Kegiatan itu berpotensi dihadiri ribuan orang. Apalagi, dua tahun sebelumnya kegiatan tradisi itu digelar secara terbatas tanpa diadakan sebaran apam.

Polisi mengimbau warga yang berdatangan ke acara itu untuk menjaga barang berharga milik mereka agar tak menjadi sasaran copet yang berkeliaran.

“Masyarakat kami imbau untuk berhati-hati membawa barang bawaannya karena pada acara ini banyak warga yang berdatangan dan berdesak-desakan dan berpotensi menjadi kesempatan para copet. Mohon barang bawaan ditaruh di tempat yang sekiranya aman,” kata Iptu Abdillah.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kompensasi PHK Hotel Ibis Dibagi 2 Tahap, Begini Tanggapan Serikat Pekerja

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement