Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Begini Kebijakan BBM di Negara Lain
Harga minyak dunia tembus US$100, Indonesia menahan BBM subsidi. Malaysia dan Jepang serupa, Thailand serta Pakistan menaikkan harga.
Ilustrasi spanduk kuliner sate jamu di Soloraya./Youtube via Solopos
Harianjogja.com, SOLO-Mendengar kata "Kota Solo", ada banyak hal menarik dan unik yang bisa dibicarakan. Beberapa di antaraniya soal kuliner daging anjing dan budaya mendem warganya.
Di Kota Solo, mencari warung menu olahan daging anjing tidaklah sulit. Lokasinya menyebar di berbagai wilayah dan secara terang-terangan pemilik warung berani menuliskan plakat di depan warungnya.
Tidak susah untuk menemukan warung yang oleh sebagian warga disebut dengan istilah “warung sate jamu” itu. Bahkan beberapa penggemar kuliner daging anjing punya warung favorit masing-masing.
Dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Jogja, Heri Priyatmoko, menyebut ada puluhan warung sate jamu di Solo. Warung-warung itu ada yang buka pagi, sore, dan malam hari, dengan aneka hasil olahan daging anjing. Seperti satai, tongseng, rica-rica, grabyasan atau goreng, dan yang dikombinasikan dengan menu nasi goreng.
Baca juga: Merasa Diprank Lagi, Begini Komentar Warganet soal Kenaikan Harga BBM
Penulis buku Sejarah Wisata Kuliner Solo itu menyebut tak sedikit yang menyukai rica-rica, walau berbahan tulang belulang dan sedikit daging yang menempel. Sajian bumbu pedas dan hangat disukai konsumen.
Sementara untuk menu grabyasan dikemas dalam bungkusan kecil-kecil yang berisi beberapa potong daging goreng berukuran mungil. Hingga akhir 1980 an masih ditemui pedagang keliling di kampung menawarkan grabyasan.
Menurut Heri, pada tahun 1940-an ada sosok penjual olahan daging anjing yang sangat dikenal masyarakat. Sosok itu dikenal dengan nama Mitro Jologug yang berarti menjala anjing. Sosok ini berjualan rica-rica anjing. Usahanya berlanjut turun temurun oleh anak, cucu, hingga mantan pembantu di warungnya.
Merujuk sejarawan Anthony Reid (2011), anjing di Asia Tenggara menjadi santapan warga karena dimaknai binatang tidak bertuan.
Ihwal bertahan lamanya kuliner daging anjing, menurut Heri, tidak lepas dari masih adanya konsumen yang mencarinya. “Dan regenerasi berjalan laiknya bakul sate jamu menurunkan seni olah-olah ke anak dan cucunya,” ujar dia, Sabtu (3/9/2022).
Eksis Karena Kaum Abangan
Kuliner daging anjing terus bertahan hingga saat ini berkat masih eksisnya kaum abangan. Selain itu juga karena faktor suburnya budaya mabuk-mabukan alias mendem warga yang biasa dipadukan dengan trambul atau juga santapan ringan.
Trambul ini biasanya berupa olahan daging atau tulang anjing. Ihwal tradisi mabuk yang mewabah di Solo disebutkan jurnalis Bromartani pada 25 Agustus 1881. Di tulisan itu menyebutkan Solo adalah lahan basah bisnis arak.
Tiga dekade berikutnya, wartawan Darmo Kondo melaporkan temuannya tentang arak gelap. Diceritakan, polisi Jokowesti menangkap dua wanita membawa arak gelap di Coyudan. Mereka lalu digelandang polisi.
“Budaya omben-omben atau mabuk minuman keras merebak di Solo berpuluh-puluh tahun. Pendukungnya tidak sedikit. Sehinga melahirkan terminologi lokal yang tak ditemukan di daerah lain, ndem-ndeman,” kata dia. Istilah itu ternyata tercatat di Bromartani edisi 28 Juni 1883.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Harga minyak dunia tembus US$100, Indonesia menahan BBM subsidi. Malaysia dan Jepang serupa, Thailand serta Pakistan menaikkan harga.
Pajak marketplace atau PPh 22 berlaku 1 November 2026. Ekonom mendorong pemungutan otomatis dan terintegrasi agar ramah UMKM.
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Soft tenis beregu putra Indonesia meraih perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah 0-2 dari Jepang di semifinal.
PBB dan GCC mengecam serangan Houthi ke Arab Saudi yang menyasar fasilitas sipil. Rudal menuju Riyadh berhasil dicegat pertahanan Saudi.
Industri furnitur membidik ekspor US$6 miliar pada 2031, tetapi keterbatasan modal kerja dan akses pembiayaan masih menjadi tantangan.