Kopi Jumbo 1,5 Liter Jadi Tren di Korea Selatan, Diklaim Lebih Hemat
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jawa Tengah akan memasuki musim hujan lebih cepat dari waktu normalnya.
"Awal musim hujan 2022 diprakirakan maju satu hingga tiga dasarian," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sukasno, dikutip dari Antara, Sabtu (3/9/2022).
Ia menjelaskan kondisi fisis serta dinamika atmosfer regional dan global yang sedang berlangsung dapat memengaruhi kondisi iklim Jawa Tengah.
Menurut dia, secara umum wilayah Jawa Tengah akan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2022.
Adapun daerah yang paling awal memasuki musim hujan pada September 2022 ini meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap serta Brebes.
"Sifat musim hujan 2022 diprakirakan normal," katanya.
Sementara puncak musim hujan, lanjut dia, diprakirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2023.
Ia menuturkan lamanya periode musim hujan 2022 berkisar antara 4,5 hingga 9 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Kemnaker menyediakan tiga layanan bantuan bagi perusahaan yang mengalami kendala pelaporan WLKP, mulai dari email pengaduan hingga panduan online.
Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Simak perbedaan kandungan protein, vitamin, lemak, dan kolesterol serta cara memasaknya.
Citizen Lab mengungkap teknik AdFection, serangan spyware melalui iklan digital tanpa klik yang menargetkan sedikitnya 45 perangkat Al Jazeera.
Vicky Shu mengaku ditagih pinjol yang tak pernah dia ajukan. Ia juga menyebut adanya intimidasi dan ancaman penyebaran data pribadi.
Juventus kalah 0-3 dari Lazio di Serie A. Luciano Spalletti mengakui buruknya performa tim dan menilai perubahan mendasar diperlukan.