Advertisement

Menakar Kemungkinan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Berpasangan di Pilpres 2024

Pernita Hestin Untari
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Menakar Kemungkinan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Berpasangan di Pilpres 2024 Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) melakukan hormat usai melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (8/8/2022). KPU telah menerima berkas dari 18 partai politik yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 di hari kedelapan pendaftaran. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat - wsj.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat Politik Ujang Komarudin turut mengomentari kedekatan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum lama ini. Ada kemungkinan kedua Partai tersebut berkoalisi pada Pemilu 2024.

Ujang menilai ada potensi petinggi kedua Partai Politik (Parpol) tersebut yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar untuk berpasangan. Untuk formasinya, dia mengungkapkan bahwa kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra menjadi calon presiden (capres), dan Muhaimin sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Soal potensi apakah mereka berpasangan, begini logikanya jika mereka bersatu, berkoalisi yaitu Gerindra dan PKB dipastikan capres-nya Prabowo dan cawapres-nya Cak Imin [Muhaimin Iskandar]. Jadi kalau nanti Gerindra dan PKB berkoalisi, capres-nya Prabowo dan cawapres-nya yang lain, enggak mungkin. Itu harga mati," kata Ujang saat dihubungi Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Jumat (12/8/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dia melihat, bahwa pasangan Prabowo dan Muhaimin di Pemilu 2024 positif. Mereka akan saling menguntungkan satu sama lain apabila berpasangan.

"Saya melihat hal yang bagus-bagus saja, positif saja ketika mereka bersanding. Potensi bersandingnya ada ya, tergantung dari mereka ya untuk merealisasikan bisa berjodoh dan bersanding di pelaminan 2024 nanti," paparnya.

Menurut Ujang, sebelum ada "ijab kabul" antara keduanya maka belum terjadi koalisi. Gerindra dan PKB saat ini masih dalam tahap pendekatan.

"Saat ini mereka sedang saling mendekati tinggal nanti mereka akan melakukan ijab kabul secara politik dan berjodoh atau tidak," katanya.

Di sisi lain, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa syarat bagi parpol yang ingin berkoalisi dengan Gerindra harus setuju Prabowo Subianto jadi capres.

"Karena calon presiden dari Partai Gerindra adalah Pak Prabowo, maka syarat koalisi adalah mendukung untuk mengusung Pak Prabowo sebagai calon presiden 2024," kata Dasco di sela Rapimnas Gerinda, Jumat (12/8/2022).

Advertisement

Dikatakan, Gerindra terbuka berkoalisi dengan parpol lain agar bisa bersama memajukan Indonesia. Bahkan, lanjutnya, sudah ada parpol lain yang menghubungi dan menyatakan keinginannya berkoalisi dengan Gerindra.

Meski begitu, Dasco menyebut Gerindra masih dalam tahap pembicaraan dengan parpol tersebut, sehingga belum dapat mengungkapkan nama parpol yang dimaksud.

BACA JUGA: Iring-iringan Moge Tabrak Warga di Kulonprogo

Advertisement

"Saya belum bisa jawab, tunggu tanggal mainnya," jelasnya.

Dia juga mengonfirmasi saat ini Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah sepakat untuk berkoalisi. Bahkan, agenda utama Rapimnas Gerinda pada Sabtu (13/8/2022) esok adalah deklarasi koalisi Gerindra-PKB.

"Insya Allah besok acara utama adalah acara deklarasi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa untuk meneken Piagam Deklarasi kedua partai," paparnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kunjungan Turis Asing ke Jogja Meningkat, Paket Wisata Ini yang Justru Disukai

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement