Advertisement
Saingi Google! Gatotkaca, Mesin Pencari ala Menkominfo 'Babak Belur' di Twitter
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Media sosial Twitter tengah diramaikan dengan adanya wacana perilisan mesin pencari atau search engine karya anak bangsa, Gatotkaca, yang sebelumnya pernah disebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.
Namun layanan mesin pencari itu menuai ragam reaksi masyarakat. Ada yang mengharapkan Gatotkaca dapat menggantikan Google, ada pula yang menilai menggunakan layanan tersebut membuang-buang waktu.
Advertisement
"Alhamdulillah akhirnya bisa rilis. Rilis di hari Jumat adalah semangat pi in is. Silakan, mesin pencari karya anak bangsa, demi mendukung pak Plate. https://gatotkaca.mooo.info," demikian tulis salah satu akun Twitter @lantip, dikutip Sabtu (6/8/2022).
Sontak cuitan itu mendapat ratusan komentar, bahkan dibagikan hingga ribuan kali. Sayangnya, banyak dari warganet yang mengolok-olok layanan itu.
BACA JUGA: Resmi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Berlapis
Pasalnya, setelah dilakukan pencarian dengan mengetikkan sesuatu, laman Gatotkaca bukannya memberikan informasi yang dibutuhkan, malah menjawab "Ya ndak tahu, kok tanya saya".
"Hasilnya sangat memuaskan," kata akun lainnya diikuti emotikon tertawa mengolok.
"Setidaknya apresiasi dulu usahanya walaupun enggak guna," timpal akun lainnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengeklaim bahwa dirinya sempat berencana menghadirkan search engine atau mesin pencari buatan dalam negeri. Bahkan dia sudah memanggil tim terkait untuk membuat mesin pencari yang dinamai Gatotkaca tersebut.
Hal itu disampaikan Johnny dalam wawancaranya di podcast (siniar) yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier di kanal YouTube-nya.
Saat itu, Deddy mempertanyakan apakah Indonesia bisa membuat sendiri aplikasi-aplikasi seperti Instagram atau TikTok menyusul kebijakan tegas Kemenkominfo memblokir sejumlah platform yang tidak melakukan registrasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
"Harusnya bisa. Saya bukan saja aplikasi Instagram ya, tapi search engine-pun harus bisa kita buat," kata Johnny.
"Saya pada saat menjadi menteri pertama saya panggil tim. Saya panggil tim, bisa nggak kita membuat search engine. Name it [sebutlah] 'Gatotkaca' misalnya," ujarnya menambahkan.
Meski begitu, dia menyebut rencana itu terkendala dengan kemunculan pandemi Covid-19. Sebab, semua perhatian teralihkan pada bagaimana menanggulangi dampak pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
- Iran Masukkan Aset Ekonomi AS dalam Daftar Target Serangan
Advertisement
Bupati Gunungkidul Targetkan Perbaikan RTLH 1.000 Unit di Tahun Ini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Senin 9 Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Senin 9 Maret 2026
- Jadwal Imsak Yogyakarta 9 Maret 2026 04.18, Magrib 17.58 WIB
- Mendagri Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri Jelang Lebaran
- Longsor Sampah Bantargebang, Menteri LH Akan Panggil Pengelola
- Kawal Anggaran Pendidikan dan Danais, PDIP DIY Perkuat Soliditas Kader
- Hasil Derbi Milan: AC Milan Kalahkan Inter 1-0 di San Siro
Advertisement
Advertisement








