Advertisement

Saingi Google! Gatotkaca, Mesin Pencari ala Menkominfo 'Babak Belur' di Twitter

Rahmi Yati
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 15:47 WIB
Bhekti Suryani
Saingi Google! Gatotkaca, Mesin Pencari ala Menkominfo 'Babak Belur' di Twitter Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Media sosial Twitter tengah diramaikan dengan adanya wacana perilisan mesin pencari atau search engine karya anak bangsa, Gatotkaca, yang sebelumnya pernah disebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

Namun layanan mesin pencari itu menuai ragam reaksi masyarakat. Ada yang mengharapkan Gatotkaca dapat menggantikan Google, ada pula yang menilai menggunakan layanan tersebut membuang-buang waktu.

"Alhamdulillah akhirnya bisa rilis. Rilis di hari Jumat adalah semangat pi in is. Silakan, mesin pencari karya anak bangsa, demi mendukung pak Plate. https://gatotkaca.mooo.info," demikian tulis salah satu akun Twitter @lantip, dikutip Sabtu (6/8/2022).

Sontak cuitan itu mendapat ratusan komentar, bahkan dibagikan hingga ribuan kali. Sayangnya, banyak dari warganet yang mengolok-olok layanan itu.

BACA JUGA: Resmi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Berlapis

Pasalnya, setelah dilakukan pencarian dengan mengetikkan sesuatu, laman Gatotkaca bukannya memberikan informasi yang dibutuhkan, malah menjawab "Ya ndak tahu, kok tanya saya".

"Hasilnya sangat memuaskan," kata akun lainnya diikuti emotikon tertawa mengolok.

"Setidaknya apresiasi dulu usahanya walaupun enggak guna," timpal akun lainnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengeklaim bahwa dirinya sempat berencana menghadirkan search engine atau mesin pencari buatan dalam negeri. Bahkan dia sudah memanggil tim terkait untuk membuat mesin pencari yang dinamai Gatotkaca tersebut.

Hal itu disampaikan Johnny dalam wawancaranya di podcast (siniar) yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier di kanal YouTube-nya.

Advertisement

Saat itu, Deddy mempertanyakan apakah Indonesia bisa membuat sendiri aplikasi-aplikasi seperti Instagram atau TikTok menyusul kebijakan tegas Kemenkominfo memblokir sejumlah platform yang tidak melakukan registrasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

"Harusnya bisa. Saya bukan saja aplikasi Instagram ya, tapi search engine-pun harus bisa kita buat," kata Johnny.

"Saya pada saat menjadi menteri pertama saya panggil tim. Saya panggil tim, bisa nggak kita membuat search engine. Name it [sebutlah] 'Gatotkaca' misalnya," ujarnya menambahkan.

Advertisement

Meski begitu, dia menyebut rencana itu terkendala dengan kemunculan pandemi Covid-19. Sebab, semua perhatian teralihkan pada bagaimana menanggulangi dampak pandemi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Mahasiswa KKN UMBY Gelar Bazar UMKM lewat Pagelaran Gebyar 17 Agustus-an di Nologaten

Sleman
| Rabu, 17 Agustus 2022, 15:57 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement