Advertisement
Startup AgriAku Raih Pendanaan Rp520 Miliar
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Startup agritech AgriAku mengumumkan perolehan pendanaan senilai US$35 juta atau setara Rp520 miliar. Pendanaan Seri A ini dipimpin oleh Alpha JWC Ventures.
Co-Founder dan President AgriAku, Irvan Kolonas, mengatakan industri hulu pertanian yang terfragmentasi mempersulit petani, pemasok, dan pengecer untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan tepat waktu yang mengakibatkan seringnya terjadi ketidakstabilan pasokan dan harga.
Advertisement
Selain itu, menurutnya para petani juga menghadapi masalah rendahnya efisiensi kerja manual, layanan logistik yang tidak memadai, serta terbatasnya akses pembiayaan.
”AgriAku hadir untuk memecahkan masalah-masalah tersebut," katanya, Senin (11/7/2022).
Irvan percaya teknologi dapat membuat perubahan untuk meningkatkan produktivitas dan penghasilan para petani. Dengan platform B2B marketplace AgriAku, produsen dan pemasok dapat menyediakan langsung alat tani ke pengecer (“Toko Tani”) dengan harga yang kompetitif yang kemudian akan mendistribusikan langsung produk ke para petani di lapangan.
BACA JUGA: BBM dan LPG Serentak Naik, Inflasi Berpotensi Menggila Tahun Ini
Dia menegaskan AgriAku akan fokus pada optimalisasi unit ekonomi dan memperluas pendapatan dengan berinovasi dalam menawarkan layanan-layanan yang bernilai tambah seperti logistik dan pembiayaan kepada para distributor dan produsen untuk membantu mereka berkembang dari segi operasional dengan platform AgriAku.
"Dengan pendanaan baru ini, AgriAku juga akan memperkuat penetrasi pasar di perluasan toko tani dan jaringan distributor serta ekspansi bisnis seperti penyediaan hasil pertanian," ujar dia.
Sementara itu Co-Founder dan CEO AgriAku Danny Handoko menambahkan AgriAku terus fokus untuk memecahkan masalah pelanggan dan menambah nilai di pasar agri secara keseluruhan di Indonesia dan sekitarnya.
Dengan pendanaan ini, dia menuturkan akan fokus pada fundamental monetisasi dan berkonsentrasi pada ide-ide penting, pengeksekusian, dan pendistribusian.
BACA JUGA: Lebih dari 1.000 Puskesmas di Indonesia Tak Terhubung Internet
Sebagai informasi, investor AgriAku sebelumnya, MDI Growth (dari ARISE, Centauri, dan MDI Growth) serta Go-Ventures kembali berpartisipasi di pendanaan ini. AgriAku juga berhasil mendapatkan dukungan dari BRI Ventures dan Mandiri Capital, yang menjadikannya satu-satunya perusahaan agritech yang didanai oleh tiga perusahaan BUMN terbesar di Indonesia.
Selain itu, AgriAku juga menggandeng investor strategis baru seperti Gentree Fund, K3 Ventures, dan perusahaan publik Thai Wah yang ke depannya dapat membantu ekspansi internasional AgriAku. Beberapa perusahaan modal ventura lainnya juga berpartisipasi dalam putaran ini, termasuk Alto Partners, InnoVen Capital, dan Mercy Corps Social Venture Fund.
Sejak diluncurkan, AgriAku telah tumbuh dan hadir di lebih dari 500 kota di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Ke depannya, AgriAku akan terus menambah layanannya sehingga dapat jadi solusi agribisnis yang komprehensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
- KY Buka Seleksi Hakim Agung 2026, Ini Formasinya
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 10 April 2026
- Tak Perlu Ketik, Kini Fitur Gemini Search Live Telah Hadir
- Indonesia ke Final AFF Futsal 2026 usai Tekuk Vietnam 3-2
- Konser F4 Jakarta Tambah 1 Hari, Tiket Dijual 11 April 2026
- Galaxy A37 5G Hadir, Andalan Gen Z untuk Ngonten
- Yusril: Kasus Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
Advertisement
Advertisement








