Advertisement

Siapkan Aplikasi Super, 24.000 Aplikasi Pemerintah Bakal Dilebur

Rahmi Yati
Selasa, 12 Juli 2022 - 07:47 WIB
Arief Junianto
Siapkan Aplikasi Super, 24.000 Aplikasi Pemerintah Bakal Dilebur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyampaikan paparannya dalam acara "kick off" Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra - POOL

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berencana membuat aplikasi super (super apps) untuk melebur 24.000 aplikasi pemerintah yang berjalan tidak efisien.

"Bahkan di setiap kementerian dan lembaga atau pemda masing-masing mempunyai aplikasi yang berbeda di setiap subunitnya. Sangat tidak efisien," kata Johnny dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022, dikutip dari tayangan Youtube Bank Indonesia, Senin (11/7/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Tol Jogja Solo Akan Dilengkapi Jalur Sepeda, Pertama di Pulau Jawa

Menurutnya, keberadaan puluhan ribu aplikasi tersebut harus ditata ulang, salah satunya dengan menggabungkan dan mengintegrasikannya ke dalam satu aplikasi super.

Adapun dia menuturkan, nantinya aplikasi kementerian dan lembaga ini satu per satu akan dipadamkan dan dialihkan ke super app yang dinilai lebih efisien dan menghemat anggaran dibandingkan dengan yang dikeluarkan saat ini. "Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan luar biasa untuk kita," ucap Johnny.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyebut pihaknya berencana membangun empat pusat data berbasis government cloud.

Sebab, sanbungnya, dari 2.700 pusat data dan server pemerintah saat ini hanya 3% yang berbasis cloud. Hal itu tentu disayangkan lantaran menyulitkan dalam penyatuan data pemerintahan.

"Pembangunan pusat data ini akan mendukung kebijakan satu data Indonesia dalam program electronic government dan pengambilan keputusan berbasis data driven policy. Jadi perlu disiapkan dengan benar," imbuhnya.

Advertisement

Adapun untuk tahap pertama, Johnny menyebut akan membangun pusat data itu di Jakarta, Batam, IKN Nusantara, dan Labuan Bajo. Selain itu, pembangunan pusat data juga harus berbasis tiga hal mencakup potensi ketersediaan kapasitas listrik yang memadai, koneksi fiber optik, dan coolling water system.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Hujan Deras Buat Tujuh Kecamatan di Kulonprogo Tergenang Banjir

Kulonprogo
| Selasa, 06 Desember 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement