Advertisement

Kekuatan Rusia Besar, Perang di Ukraina Bisa Sangat Lama

Afiffah Rahmah Nurdifa
Senin, 04 Juli 2022 - 14:37 WIB
Budi Cahyana
Kekuatan Rusia Besar, Perang di Ukraina Bisa Sangat Lama Kanselir Jerman Olaf Scholz - Bloomberg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kanselir Jerman Olaf Scholz meyakini Rusia punya cukup sumber daya untuk melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina. Kekuatan Rusia ini membuat akhir dari perang sulit diprediksi.

"Tidak ada yang benar-benar tahu," kata Scholz dalam sebuah wawancara, dikutip dari TASS, Senin (4/7/2022).

Advertisement

BACA JUGA: Cerita Djayanti Aprilia, Ilustrator Prambanan Jazz 2022, Angkat Warna Megah Kerajaan

Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan pemimpin negara besar yang tak akan kehabisan pasokan dan sarana untuk melancarkan misinya.

"Dia akan bisa melanjutkan perang untuk waktu yang sangat lama," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan harapannya untuk menyelesaikan konflik dan mengakhirkan perang sebelum akhir tahun ini.

Namun, Scholz menganggap sulit untuk menilai harapan tersebut realistis atau tidak. Pasalnya invasi militer ini sudah ditetapkan Putin sejak awal.

"Konflik akan berakhir ketika Putin memahami bahwa dia tidak akan berhasil dengan ide untuk menaklukkan sebagian wilayah tetangganya," kata Scholz.

Di sisi lain, negara Barat telah memberikan dukungan penuh selama diperlukan. Scholz mengatakan negaranya juga ikut membantu dengan tujuan yang jelas.

"Kami menghindari bahwa hasil dari perang ini adalah seperti keinginan Putin yakni perdamaian yang didikte," ujarnya.

Pihaknya tak akan terima jika perdamaian berkahir dengan mengikuti kemauan Putin. Bahkan, dia memastikan negara-negara Barat akan terus melanjutkan semua sanksi yang telah diberikan kepada Rusia.

BACA JUGA: Malam Ini, PSIM Jogja Ditantang FC Bekasi City

Tak hanya itu, sejumlah bantuan militer telah dikirimkan secara ekstensif ke Kiev yang benilai miliaran dolar.

Putin mengtakan operasi militer khusus akan terus berlangsung hingga tujuan awal tercapai. Dia juga menekankan bahwa rencananya bukan untuk menduduki wilayah Ukraina, melainkan untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Tengok Pekarangan, Warga di Gunungkidul Malah Dicurigai Hendak Culik Anak

Gunungkidul
| Minggu, 29 Januari 2023, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement