Advertisement
Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin pertemuan Sekretariat Komite Sentral Partai Buruh Korea di Pyongyang, Korea Utara, Senin (27/6/2022). Reuters - KCNA
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Korea Utara menyalahkan Korea Selatan karena telah menyebabkan wabah Covid-19 di negaranya.
Melansir laman Independent, Sabtu (2/7/2022) laporan media pemerintah setempat mengatakan bahwa pusat pencegahan epidemi negara itu telah menemukan sejumlah orang dengan gejala Covid-19 di kota Ipho, dekat perbatasan tenggara dengan Korea Selatan.
Advertisement
Beberapa penduduk Ipho dengan gejala demam melakukan perjalanan ke Pyongyang. Pusat pencegahan epidemi tersebut mengatakan seorang tentara berusia 18 tahun dan seorang anak berusia 5 tahun melakukan kontak dengan "benda asing" di kota yang terletak di wilayah timur Kumgang pada awal April dan kemudian dinyatakan positif varian Omicron.
Pusat pencegahan epidemi kemudian memerintahkan otoritas untuk tetap waspada menangani hal-hal asing yang datang dari Korea Selatan. Termasuk balon udara yang mengudara dari negeri gingseng tersebut.
BACA JUGA
Mereka juga menekankan bahwa siapa pun yang menemukan "benda asing" harus segera memberi tahu pihak berwenang sehingga mereka dapat dipindahkan.
Di sisi lain, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menanggapi klaim Korea Utara yang tidak berdasar dengan mengatakan tidak ada kemungkinan balon udara menyebarkan virus melintasi perbatasan.
Korea Utara mengakui wabah Covid-19 untuk pertama kalinya pada pada 12 Mei silam. Mereka melaporkan sejumlah kasus di Pyongyang yang didiagnosis dengan varian Omicron.
Korea Utara sejak itu melaporkan sekitar 4,7 juta kasus demam dari 26 juta penduduknya. Namun hanya mengidentifikasi sebagian kecil dari mereka sebagai Covid-19. Mereka juga melaporkan 73 kasus meninggal akibat virus corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Independent/The Guardian
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Video Call Terakhir Praka Farizal di Lebanon Jadi Kenangan Keluarga
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
Advertisement
Advertisement







