Advertisement

Dua Tahun Lagi, Indonesia Ditarget Swasembada Gula Konsumsi

Rahmad Fauzan
Kamis, 09 Juni 2022 - 18:47 WIB
Arief Junianto
Dua Tahun Lagi, Indonesia Ditarget Swasembada Gula Konsumsi Ilustrasi pedagang gula pasir di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia ditargetkan mencapai swasembada gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi pada 2024. Sejumlah strategi pun disiapkan pemerintah demi merealisasikan target tersebut.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian (Kementan) Ardi Praptomo, mengatakan pemerintah menyiapkan dua strategi untuk merealisasikan target swasembada GKP. "Yakni, melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi," kata Ardi ketika menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) I Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo), Kamis (9/6/2022).

BACA JUGA: Nasib Ratusan Guru Honorer Lolos Passing Grade di Gunungkidul Belum Jelas

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Terkait dengan strategi ekstensifikasi, dia mengungkapkan diperlukan perluasan lahan tebu seluas 75.000 hektare (ha). Selain itu, kata Ardi, batas minimum produktivitas lahan adalah 85 ton per hektare dengan rendemen 8%-8,5%.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, kinerja lahan tebu Tanah Air dilaporkan membaik. Menurut data Kementan, terjadi peningkatan area seluas 36.000 ha selama periode 2019-2021 dari 411.000 ha menjadi 447.000 ha.

Terbaru, Kementan juga mencatat ada penambahan luas lahan tebu sebanyak 5.000 ha periode 2021 sampai dengan 2022 berjalan. Sejalan dengan tren tersebut, produksi gula di Indonesia pada 2021 juga meningkat secara tahunan.

Pada tahun lalu, produksi gula kristal putih untuk kebutuhan rumah tangga mencapai 2,35 juta ton. "Pada 2020, produksi gula untuk jenis yang sama hanya mencapai 2,13 juta ton," kata Ardi.

Tahun ini, sambungnya, pemerintah menargetkan produksi gula Tanah Air bisa mencapai 2,5 juta ton yang diharapkan bisa terealisasi dengan adanya penambahan luas lahan.

BACA JUGA: Hati-Hati! Tren Positif Covid-19 Indonesia Cenderung Naik

Advertisement

Kendati demikian, produksi gula kristal putih di Indonesia masih defisit dari total kebutuhan. Kebutuhan gula konsumsi di Indonesia mencapai 3,2 juta ton, sehingga ada defisit sebesar 850.000 ton.

Dia menambahkan, pemerintah melakukan intensifikasi melalui identifikasi lahan baru potensial di sejumlah lokasi hang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi gula konsumsi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Rumah Sakit di Bantul Berkualitas

Bantul
| Rabu, 28 September 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement