Titik Panas Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Riau Diselimuti Asap
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Pengunjung CFD Solo di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (29/5/2022), panik berlarian. (Tangkapan layar/@dany.f_22)
Harianjogja.com, SOLO-Pengunjung Solo Car Free Day (CFD) di Jl Slamet Riyadi pada Minggu (29/5/2022) kemarin geger. Mereka berlarian karena mendengar informasi menara Masjid Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah goyang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.
Melansir dari Solopos.com--jaringan Harianjogja.com, di halaman Graha Wisata Niaga yang tak jauh dari lokasi berdirinya menara, pengunjung CFD Solo berteriak. Mereka beramai-ramai lari menjauhi kawasan Stadion Sriwedari. Pengunjung mengira, menara Masjid Sriwedari setinggi 114 meter tersebut goyang.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo yang saat itu bertugas di CFD juga mengatakan hal itu dikarenakan awan bergerak cukup tebal dan mengakibatkan pandangan pengunjung seolah-olah seperti melihat menara goyang.
“Iya [karena awan tebal seolah-olah menara bergerak],” jelas Ari.
Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 31 Dibuka. Ini Syarat dan Cara Mendaftar
Petugas Dishub dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Diskominfo Solo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan (Disdag) dan paguyuban PKL CFD turut meredam kepanikan pengunjung. Petugas meredam kepanikan dengan menyampaikan imbauan jika kondisi menara dan sekitarnya baik-baik saja.
“Personel Dishub meredakakan kepanikan masyarakat tadi. Dan dibantu dari Satpol PP, Diskominfo, DLH, Disdag, dan paguyuban PKL Solo CFD,” jelas Ari kepada Solopos.com.
Dea Nur Salsabila, salah satu pengunjung yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, ia baru membeli minuman di salah satu lapak PKL yang berjualan di kawasan Sriwedari. Namun tiba-tiba, ada keramaian di sekitar daerah tersebut.
“La saya lagi beli es terus kok tiba-tiba ada teriak-teriak sambil lari-lari. Kirain ada keributan apa. Awalnya saya juga tidak tau,” tutur Dea saat diwawancara Solopos.com, Minggu.
Akibat kejadian tersebut, Dea menemukan ada kerusakan yang dialami pedagang. Misalnya Dea menceritakan ada pedagang kaos kaki di dekatnya yang kehilangan banner (papan informasi jualan) karena panik.
“Tadi ada yang bilang kuwi bannerku ilang tak tinggal mlayu [tadi banner saya hilang karena saya tinggal lari],” jelasnya.
Semula, Dea mengira keributan terjadi karena ada konflik atau perkelahian di tengah-tengah keramaian pengunjung CFD. “Ya tak kira tadi ada cek-cok atau apa,” imbuh dia.
Berita ini telah tayang di Solopos dengan judul "Hoaks Menara Masjid Sriwedari Solo Roboh, Cek Faktanya!"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Presiden Prabowo meminta pengembangan hilirisasi di IWIP tetap memperhatikan lingkungan, termasuk kualitas air, udara, keselamatan, dan pengelolaan limbah.
Toyota masih memimpin penjualan mobil September 2026. BYD bertahan di posisi ketiga dengan 6.031 unit, mengungguli Suzuki.
Axelo Nababan dan Vanessa Simorangkir debut layar lebar lewat film musikal Pulang Kampung yang tayang 26 November 2026.
DPAD DIY menyiapkan pengawasan kearsipan BUMD mulai 2027 untuk mendorong tata kelola arsip yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
klaim fiktif BPJS Ketenagakerjaan, Renu Arinta Shani, Sri Listiani, Sayoko Adi Nugroho, vonis korupsi BPJS, uang pengganti BPJS Ketenagakerjaan