Advertisement
Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Masih Alami Gejala Setelah 2 Tahun
Tenaga medis berkomunikasi menggunakan walkie-talkie saat merawat pasien positif Covid-19 di ruang isolasi Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Negatif dari Covid-19 tidak membuat pasien yang sempat terpapar virus terbebas sepenuhnya. Bahkan, studi terbaru menyebutkan 55% pasien Covid-19 masih mengalami gejala atau long Covid dua tahun seusai dirawat di rumah sakit (RS).
Menurut laporan di laman Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), Sabtu (14/5/2020) studi yang dipublikasikan di Lancet Respiratory Medicine telag melakukan penelitian pada 1.192 pasien yang telah dirawat di RS di Wuhan, China. Penelitian tersebut dilakukan antara 7 Januari dan 29 Mei 2020. Pasien-pasien tersebut termasuk di antara beberapa orang pertama yang terinfeksi Covid-19 pertama. Wuhan diketahui tempat pertama kalinya ditemukannya kasus Covid-19.
Advertisement
Adapun usia rata-rata pasien adalah 57 tahun ketika keluar dari RS. Tim peneliti mengevaluasi kesehatan pasien-pasien tersebut pasa enam bulan, 12 bulan, dan dua tahun. Tim mencatat dan menanyai mereka tentang kesejahteraan mental dan fisik pasien.
Enam bulan pasca infeksi Covid-19, 68 persen pasien mengaku masih mengalami setidaknya satu gejala Covid-19. Dua tahun kemudian, 55 persen mengaku masih mengalami gejala ringan, kelelahan atau kelemagan otot menjadi yang paling umum. Bahkan, 11 persen pasien mengaku tidak dapat bekerja setelah dua tahun terpapar.
Dari penelitian tersebut, tim peneliti menemukan bahwa orang dengan long covid memerlukan tindak lanjut selama beberapa tahun mendatang, karena mereka mungkin dapat mengelola dampaknya terhadap kondisi kesehatan mereka dengan baik setelah pandemi mereda.
Penulis utama dalam penelitian tersebut, Prof Bin Cao, dari rumah sakit Persahabatan China-Jepang mengatakan ada kebutuhan yang jelas untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada sebagian besar orang yang pernah menderita COVID-19.
"Dan untuk memahami bagaimana vaksin, perawatan yang muncul, dan variannya. mempengaruhi hasil kesehatan jangka panjang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Antoine Griezmann Resmi Hengkang ke MLS, Gabung Orlando City
- Mudik ke Gunungkidul Tahun Ini Diklaim Lebih Ramai dan Lancar
- Posko THR Sleman Catat 5 Aduan, Sebagian Belum Bayar Penuh
- Pesan Rossi Bikin Bezzecchi Juara MotoGP Brasil 2026
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Arus Balik Relatif Aman
- Cek Jam Berangkat Prameks Hari Ini, Rute Jogja-Purworejo
- Cek Jadwal Kereta Bandara YIA dari Stasiun Tugu Hari Ini
Advertisement
Advertisement








