Advertisement

Rusia Masih Gempur Donetsk Ukraina, 9 Warga Sipil Dilaporkan Tewas

Ni Luh Anggela
Rabu, 04 Mei 2022 - 05:27 WIB
Galih Eko Kurniawan
Rusia Masih Gempur Donetsk Ukraina, 9 Warga Sipil Dilaporkan Tewas Pemandangan menunjukkan konvoi pasukan pro-Rusia saat konflik Ukraina-Rusia di luar kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina, Sabtu (12/3/2022). - Antara/Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko menyampaikan sebanyak sembilan warga sipil tewas akibat serangan yang diluncurkan Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

Dalam sebuah postingan di Telegram, Kyrylenko mengatakan, setidaknya tiga warga sipil tewas dalam pemboman udara di kota Avdiivka, sedangkan tiga lagi tewas akibat penembakan di kota Vuhledar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Tiga orang tewas dalam penembakan di kota Lyman," kata Kyrylenko dilansir dari Aljazeera, Selasa (3/5/2022).

Sebagaimana diketahui, Rusia menghentikan serangan di ibu kota Kiev pada akhir Maret lalu. Kini, Rusia menargetkan serangannya di wilayah Ukraina Timur, yang difokuskan di wilayah Donetsk dan Luhansk, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas.

Adapun kedua wilayah tersebut dipegang oleh separatis yang didukung Rusia sebelum mereka menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Berdasarkan data dari kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Hak Asasi Manusia atau Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR), hingga 1 Mei 2022 waktu setempat, sebanyak 6.469 warga sipil menjadi korban invasi Rusia ke Ukraina.

Dari 6.469 warga sipil yang menjadi korban, 3.153 di antaranya tewas dan 3.316 terluka.

OHCHR dalam laman resminya mengatakan, sebagian besar korban sipil yang tercatat disebabkan oleh penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncuran roket ganda, serta serangan rudal dan udara.

"Kami percaya bahwa angkanya sebenarnya jauh lebih tinggi karena informasi yang diterima tertunda lantaran terjadi pertempuran sengit di beberapa wilayah dan banyak laporan masih menunggu konfirmasi. Ini menyangkut, misalnya, Mariupol (wilayah Donetsk), Izium (wilayah Kharkiv), dan Popasna (wilayah Luhansk), di mana ada dugaan banyak korban sipil," tulis OHCHR dikutip Selasa (3/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Santri se-DIY Pamerkan Produk UMKM

Bantul
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement