Asia Tri Jogja 2026 Buka Ruang Ekspresi Lewat Seni dan Tubuh
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist
Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo.
Ditemui usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian perusakan itu. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi. "Sudah direspon, dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (26/4/2022).
Gubernur meminta, pengecekan bukan hanya soal kondisi benteng, tetapi juga pengecekan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.
"Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ucapnya.
Dirjen Kebudayaan lanjut Ganjar juga sudah datang. Pihaknya terus berkoordinasi dan bekerjasama terkait penanganan kasus itu. "Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di-police line," tegasnya.
Terlepas dari keprihatinannya, Ganjar mengatakan, kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi peringatan bagi pihaknya sebagai pemerintah. Bahkan bisa dikatakan, kejadian itu merupakan kritik keras.
"Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat kami pemerintah, (termasuk) buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," katanya.
Terkadang lanjut Ganjar, kalau ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang menganggapnya seperti onggokan sampah tak berguna. Sehingga, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.
"Tapi begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat (kita selaku) pemerintah yang harus diperbaiki," tegasnya.
Sekadar diketahui, tembok eks Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo dirobohkan menggunakan ekskavator. Padahal, tembok tersebut merupakan benda cagar budaya.
Pelaku mengaku telah membelinya dari seseorang. Tembok itu dijebol karena akan digunakan untuk dibuat ruko dan kos-kosan. Terkait jual beli cagar budaya ini, Gubernur minta hal ini diselidiki lebih lanjut. Kepemilikannya harus jelas agar tidak terjadi penjualan yang tidak semestinya.
"Seperti kasus ini, saya khawatir (tanah) itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau begitu (milik perseorangan) memang ada hak perdatanya, tapi (yang ini) kan ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini," pungkasnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.
BGN memastikan kantor pusat akan pindah ke Grha Merah Putih milik Telkom dalam satu-dua bulan setelah berkoordinasi dengan Danantara.
DPRD DIY mendorong pelaku UMKM mengubah mindset, rajin belajar, mengikuti tren, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
SPBU Trihanggo Sleman membatasi pembelian Pertalite untuk motor maksimal Rp75.000 guna mencegah pengangsu dan menjaga stok.