Advertisement

BBM dan LPG 3 Kg Kemungkinan Naik, DPR Minta Masyarakat Tenang

Jaffry Prabu Prakoso
Jum'at, 15 April 2022 - 15:57 WIB
Bhekti Suryani
BBM dan LPG 3 Kg Kemungkinan Naik, DPR Minta Masyarakat Tenang Petugas melakukan tahap pengisian LPG pada tabung gas 3kg di SPBE Srengseng, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengatakan pemerintah dan DPR sama sekali belum pernah membahas rencana kenaikan harga BBM dan gas.

Dalam rapat kerja antara DPR dan pemerintah pekan ini, Menteri ESDM memaparkan dalam jangka menengah dan panjang memiliki strategi untuk penyesuaian harga Pertalite, solar, dan gas melon 3 Kg.

Advertisement

“Terhadap pemaparan tersebut masyarakat harus tetap tenang karena ini baru strategi Kementerian ESDM dalam jangka menengah dan panjang, bukan strategi jangka pendek,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).

Mulyanto menjelaskan bahwa dalam terminologi Badan Pembangunan Nasional, strategi jangka pendek bersifat tahunan. Sementara strategi jangka menengah bersifat lima tahunan.

BACA JUGA: Pemkab Cemas Wisatawan Ogah Berwisata ke Bantul Gegara Kekerasan Jalanan

“Juga yang dipaparkan Menteri ESDM dalam Raker tersebut adalah sebuah strategi umum, bukan sebuah rencana, apalagi sebuah usulan konkret kepada DPR,” jelasnya.

Itu sebabnya, terang Mulyanto, tanggapan Komisi VII DPR RI secara umum biasa saja dan juga isu tersebut sama-sekali tidak masuk dalam kesimpulan rapat kerja. Umumnya, bila suatu isu penting dan konkret, maka sudah pasti akan masuk dalam kesimpulan rapat.

Keputusan untuk penyesuaian harga energi bersubsidi yang langsung menyentuh masyarakat luas seperti solar dan gas LPG 3 Kg ada di tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sampai hari ini pernyatan dari Sri adalah tidak akan menaikan BBM tersebut, agar tidak terjadi market shock.

“Pertimbangan Menteri Keuangan tentu akan lebih komprehensif karena melihat bukan saja sisi pengeluaran akibat defisit transaksi berjalan dari sektor migas, tetapi juga sisi penerimaan negara karena mendapat durian runtuh dari kenaikan harga-harga komoditas ekspor, terutama batubara, CPO, tembaga, dan nikel,” ucap politisi PKS tersebut.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

SMK Koperasi Komitmen Cetak Kader Muda Perkoperasian

Jogja
| Kamis, 30 Juni 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Perawatan, Museum RA Kartini Ditutup Hingga Minggu

Wisata
| Kamis, 30 Juni 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement