Advertisement

Ramai #TurunkanJokowi Jelang Demo Mahasiswa 11 April 2022 di Twitter, Ini Asal Muasalnya

Jaffry Prabu Prakoso
Minggu, 10 April 2022 - 01:37 WIB
Bhekti Suryani
Ramai #TurunkanJokowi Jelang Demo Mahasiswa 11 April 2022 di Twitter, Ini Asal Muasalnya Logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA –  Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengatakan bahwa tagar #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi, seolah-oleh adalah tuntutan mahasiswa.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini media sosial Twitter ramai dengan perbincangan turunkan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan analisanya, ini bermula dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang berencana melakukan demonstrasi pada Senin (11/4/2022. Ada enam tuntutan yang mereka bawa, yakni tolak penundaan pemilu, kaji ulang UU IKN, stabilkan harga, usut mafia minyak goreng, selesaikan konflik agraria, dan tuntaskan janji-janji kampanye.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Tidak ada tuntut Jokowi turun,” kata Ismail memaparkan temuan melalui Twitter, Sabtu (9/4/2022).

Ismail menjelaskan bahwa dia menelusuri kata kunci #TurunkanJokowi, #GoodbyeJokowi di Twitter dalam tujuh hari terakhir. Total terdapat setidaknya 24,7 ribu percakapan di Twitter yang mengandung keyword di atas.

BACA JUGA: Ceramah di Masjid UGM, Ini Perbedaan Isu yang Diangkat Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil

“Dimulai tanggal 4 April dengan tagar #turunkanjokowi, lalu naik pesat hingga 12.000 mention pada 7 April dengan #GoodByeJokowi, lalu tren turun meski masih ribuan per hari,” jelasnya.

Tagar tertinggi perbincangan adalah saat aksi mahasiswa tolak RUU KUHP beberapa tahun lalu. #TurunkanJokowi oleh kalangan netizen oposisi sangat viral. Kali ini, Ismail menuturkan yang diangkat adalah tagar #GoodbyeJokowi, meski tagar #TurunkanJokowi masih ada.

Dari beberapa top retweeted tersebut, narasi yang dilengkapi dengan gambar dan video lebih mudah viral. Yang digunakan adalah #GoodByeJokowi, #JokowiTurun, #Revolusi.

Advertisement

“Percakapan topik ini tampak jelas dibangun oleh hanya satu klaster. Sentimen negatif terhadap Jokowi diperlihatkan melalui ekspresi tagar yang digunakan. Top influencers @cybsquad_, @PecanduKretek, @Android_AK_47, @akunkelima212, dan @abu_waras,” terangnya.

Dari isu yang dimainkan, Ismail menuturkan bahwa kata-kata yang dimainkan kurang natural. Cukup tinggi unggahan oleh akun dengan skor lebih dari 1. Artinya ada indikasi sebagian postingan tidak natural.

“Normalnya, postingan yang natural didominasi oleh akun dengan score bot 0-1 dan score di atasnya sangat kecil volume post-nya,” ungkapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kompensasi PHK Hotel Ibis Dibagi 2 Tahap, Begini Tanggapan Serikat Pekerja

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement