Advertisement

Pandemi Covid-19, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Magelang Naik

Media Digital
Jum'at, 25 Maret 2022 - 07:27 WIB
Budi Cahyana
Pandemi Covid-19, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Magelang Naik Para lansia di Desa Menayu, Muntilan mengikuti senam sebagai upaya memelihara kesehatan. - Istimewa

Advertisement

MAGELANG-Bupati Magelang Zaenal Arifin berharap masyarakat Kabupaten Magelang bergotong royong peduli dan lindungi dalam menghadapi pandemic Covid-19 karena menyelesaikan persoalan besar ini hanya bisa dilakukan dengan berbarengan, gotong-royong, dan peduli antar sesama.

"Di tengah-tengah Pandemi ini, tentunya doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kita semua dijauhkan dari Covid dan segera di turunkan levelnya dari Pandemi menjadi Endemi, sehingga kita semuanya bisa beraktifitas bersama," ungkap Zaenal Arifin usai melaksanakan Upacara Peringatan HUT Ke-38 Kota Mungkid, dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Selasa (22/3/2022).

Advertisement

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbangda) Kabupaten Magelang, M Taufik Hidayat Yahya menambahkan selama dua tahun pandemi Covid-19, terjadi peningkatan dalam beberapa indikator bahwa manusia di Kabupaten Magelang menjadi lebih sehat dan lebih sejahtera. Hal itu bisa dilihat dari kondisi makro pada tahun 2021, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 69,87 menjadi 70,12.

Ia merincikan beberapa komponen IPM meliputi angka harapan hidup dari 73,72 tahun menjadi 73,88 tahun. Harapan lama sekolah dari 12,54 tahun menjadi 12,54 tahun. Rata-rata lama sekolah 7,79 tahun naik dari sebelumnya 7,78 tahun. Pengeluaran per kapita penduduk di Kabupaten Magelang juga meningkat menjadi Rp 9.440.000, dari sebelumnya Rp9.301.000. Tetapi diakui, bahwa angka kemiskinan akibat pandemic Covid-19 kut meningkat dari 11,27% menjadi 11,91%.

“Namun angka ini masih dalam range capaian angka kemiskinan yang dalam Perubahan RPJMD angka kemiskinan pada range 12,44% sampai 11,52%. Target di 2023, sesuai RPJMD, angka kemiskinan 10,67% sampai 9,92%,” kata Taufik.

Angka kemiskinan naik disebabkan beberapa faktor, salah satunya, pada tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi menjadi minus 1,68 %. Pada tahun 2021 membaik, menjadi 3,48%. Adapun jumlah penduduk miskin di Kabupaten Magelang adalah 154.911 orang. Pemkab terus melakukan intervensi dengan berbagai program, yang paling dekat adalah terobosan pendampingan perangkat daerah terhadap desa-desa kategori miskin ekstrem.

“Rencana kerja Pemkab Magelang tahun 2023 bertema Penguatan Kesejahteraan Melalui Penguatan Kualitas SDM, Infrastruktur yang Berkelanjutan dan Ekonomi yang Berdaya Saing,” tegas Taufik. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com, Sabtu 28 Januari 2023

Jogja
| Sabtu, 28 Januari 2023, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Menengok Lava Bantal, Destinasi yang Dahulu Hanya Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

Wisata
| Jum'at, 27 Januari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement